Jika Mudik Tak Dilarang, Penyebaran Corona di Indonesia Bisa Melejit

Ilustrasi, Pemakaman jenazah pasien yang terjangkit virus corona. (foto ilustrasi) Foto : ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus berupaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), terlebih jelang memasuki bulan Ramadan dan mudik Lebaran Idul Fitri 2020. Jika masyarakat tetap mudik, maka Indonesia bakal jadi lima negara yang paling besar terpapar Covid-19.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny JA, menyarankan pemerintah melarang tegas masyarakat supaya tidak mudik lebaran untuk memutus mata rantai wabah Covid-19. Karena jika mudik tidak dilarang, Indonesia potensi melompat jadi lima besar negara terpapar corona.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada lima negara yang paling terpapar Covid-19 yakni peringkat pertama diisi Amerika Serikat dengan 245.380 kasus, Spanyol ada 117.710 kasus, Italia sebanyak 115.242 kasus, Jerman sebesar 85.263 kasus, dan Cina ada 81.620 kasus.

“Tapi jika Presiden RI tak melarang dengan keras mudik lebaran, besar kemungkinan Indonesia segera melejit masuk ke dalam lima besar negara yang paling terpapar Covid-19,” kata Denny pada Jumat, 3 April 2020.

Menurut dia, pemerintah tidak cukup hanya sebatas imbauan kepada masyarakat supaya tidak mudik. Misalnya, bagi yang mudik diimbau untuk karantina 14 hari atau berstatus menjadi orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Tapi jumlah sebanyak 14,9 juta penduduk itu akan diisolasi di mana? Cukupkah infrastuktur kesehatan kita mengurus populasi sebanyak itu?” ujarnya.

Sekarang saja, kata dia, banyak rumah sakit dan tenaga medis yang menjerit kekurangan fasilitas. Sedihnya, jumlah pasien yang meninggal dunia itu lebih banyak dibandingkan pasien yang dinyatakan sembuh oleh pemerintah.

“Bagaimana infrastuktur kesehatan kita siap dan mampu menampung lonjakan korban terpapar Covid-19 paska mudik,” ujarnya.

Nah, Denny punya tips agar pemerintah pusat tidak disalahkan di mana Presiden Jokowi perlu mempertimbangkan dua hal yakni melarang mudik lalu kontrol ketat pihak keamanan di semua jalur mudik.

Kedua, kata dia, carikan solusi untuk mereka yang ingin pulang kampung karena kesulitan ekonomi hidup di kota.

Apalagi, Presiden Jokowi sudah mengumumkan paket menyeluruh untuk Covid-19 total Rp405 triliun sehingga ini perlu dijelaskan lebih rinci agar publik mengetahui.

“Mereka yang tak bisa mudik, yang ekonominya merosot untuk kebutuhan dasar, bagaimana agar mereka mudah mendapatkan akses program itu,” katanya.

Sedangkan, kata dia, penyebaran virus corona di dunia semakin cepat karena momen hari raya imlek pada 25 Januari 2020. Di Indonesia, mudik dan lebaran mediumnya bukan Imlek. Menurut dia, ini memang situasi tak normal.

“Mudik biasanya begitu hangat dan menggembirakan, tapi saat ini mudik justru menakutkan. Namun, presiden berada dalam posisi menentukan bagaimana mudik di tahun 2020 akhirnya dikenang,” katanya.

Sumber: https://www.vivanews.com/berita/nasional/43839-jika-mudik-tak-dilarang-penyebaran-corona-di-indonesia-bisa-melejit?medium=autonext

(suaraislam)

Loading...