Jelang Hari Santri 2022, Menag Gus Yaqut: Santri Harus Mendarmabaktikan Hidupnya untuk Bangsa dan Negara

(Dok. Kemenag)

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut meminta para santri di seluruh Indonesia agar melawan kebencian dan ketidaksukaan publik pada pesantren melalui prestasi.

Hal tersebut disampaikan Gus Yaqut dalam perilisan peringatan Hari Santri 2022 di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Selasa (27/8/2022).

“Kebencian dan ketidaksukaan terhadap para santri harus dilawan. Kebencian itu harus dilawan dengan prestasi, belajar yang benar dan sungguh-sungguh,” kata Gus Yaqut, Rabu (28/9/2022).

Menurut Gus Yaqut, gemilangnya prestasi para santri dapat menjawab tuduhan orang-orang yang tidak suka dengan kemajuan santri. Bukan tanpa alasan, Yaqut menyebut mereka sebagai orang-orang yang tidak suka dengan kemajuan santri, lantaran mereka melakukan generalisasi secara berlebihan atas peristiwa yang terjadi di pesantren.

“Ketika ada satu atau dua santri yang diduga melakukan tindak kekerasan, hal itu kemudian digeneralisasi seakan menjadi potret perilaku umum para santri,” ujar dia.

“Hal itu dilakukan karena ketidaksukaan. Ini harus dijawab oleh para santri,” sambungnya lagi.

Gus Yaqut menambahkan, tindakan kebencian orang lain tidak sepantasnya dilawan dengan kebencian pula. Sebaliknya, kebencian tersebut lebih baik dijawab dengan prestasi.

“Bukan kita melawannya dengan kebencian, tapi prestasi. Saya yakin para santri mampu menunjukkan prestasinya,” tutur Menag.

Di samping melawan ketidaksukaan pada pesantren, Gus Yaqut mengajak para santri untuk belajar sungguh-sungguh dalam melanjutkan perjuangan pendahulu. Utamanya, dalam rangka peringatan Hari Santri 2022.

“Gunakan kesempatan yang ada untuk menempa diri dan mengukir prestasi,” ungkap dia.

Gus Yaqut bercerita, Hari Santri sudah diperingati sejak 2015 setelah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai bentuk balasan dari jasa para santri terdahulu. Pasalnya, para santri terdahulu pun turut berjuang, mempertaruhkan nyawa, harta, dan semua yang dimiliki demi kemerdekaan Indonesia.

“Hari Santri adalah pemberian, anugerah, penghargaan dari Pemerintah, Presiden Joko Widodo kepada para santri yang diakui telah memperjuangkan kemerdekaan negeri ini,” tegas Yaqut.

“Hari Santri itu pengakuan atas jasa masa lalu. Itu bukan pengakuan atas apa yang kalian lakukan sekarang,” sambungnya.

Hari Santri 2022 sendiri adalah salah satu peringatan hari besar yang akan diperingati pada 21 Oktober 2022 mendatang. Peringatannya dimeriahkan setiap tahun dengan tema berbeda-beda yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kemenag.

Untuk tahun ini, Hari Santri 2022 mengusung tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan.” Tema tersebut bermakna santri sebagai pribadi yang selalu siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Tema tersebut juga menunjukkan bahwa santri bisa menjadi apa saja dengan segala kemampuannya. Dalam artian, santri tidak melulu lekat dengan ahli ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

(Suara Islam)

Loading...