Jaringan Gusdurian: Kampanye Nikah Dini Bertentangan dengan Ajaran Agama

Viralnya kasus Wedding Organizer (WO) yang diduga melakukan kampanye pernikahan usia dini, membuat Jaringan Gusdurian turut memberikan tanggapan serius. Organisasi yang dikoordinatori oleh Alissa Wahid ini menganggap kampanye yang dilakukan oleh WO Aisha Weddings bertentangan dengan ajaran agama.

“Kampanye pernikahan dini tersebut bertentangan serta mengingkari tujuan agama yakni terciptanya kemaslahatan bersama, termasuk kemaslahatan keluarga dan anak.” tulisnya dalam siaran pers resmi tertanggal 11 Februari 2021 tersebut.

Seperti diketahui, WO dengan nama Aisha Weddings sempat ramai dan dikecam oleh warganet di medsos lantaran secara terang-terangan melakukan kampanye pernikahan poligami, siri, hingga pernikahan usia dini. Menyikapi hal tersebut KPAI beserta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melaporkannya kepada Kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai Undang-Undang yang berlaku.

Dalam rilis resminya, Gusdurian menjelaskan salah satu prinsip gagasan Pribumisasi Islam yang diusung oleh Gus Dur bahwa muara dari praktik keagamaan adalah kemaslahatan.

“Tujuan kemaslahatan tersebut berpijak pada lima prinsip (ad-dhoruriyatul khamsah): hifz an-nafs (menjaga jiwa), hifdz al-dien (menjaga agama), hifdz al-‘aql (menjaga akal), hifdz al-nasl (menjaga keturunan), dan hifdz al- maal (menjaga harta),” tulisnya.

Pihaknya menjelaskan, prinsip menjaga keturunan (hifz nasl) artinya bahwa kita juga harus menjaga kesehatan reproduksi perempuan dan anak. “Termasuk dalam hal ini adalah menentukan usia nikah yang tepat, menjaga jarak kelahiran, serta memperhatikan kesejahteraan anak seperti pemenuhan gizi, tumbuh kembang yang baik , pendidikan, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Selain itu menurut Gusdurian, kampanye tersebut juga bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak No.23 Tahun 2002 dan UU No.35 Tahun 2014, serta UU Perkawinan No.1 Tahun 1974 dan UU No.16 Tahun 2019. Sehingga pihaknya mendukung penuh peran Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI untuk menegakkan UU Perlindungan Anak, seraya mendorong Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI untuk terus melakukan upaya pencegahan perkawinan anak di seluruh tanah air.

“Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk terus memperjuangkan perlindungan anak demi terciptanya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,” tandasnya.

Vinanda Febriani

Sumber: https://islamkaffah.id/jaringan-gusdurian-tegaskan-kampanye-nikah-dini-bertentangan-dengan-ajaran-agama/

(Suara Islam)

Loading...