Jangan Kafirkan Ahli Kiblat

IIustrasi

Bulan puasa tahun 2017 di Fahmina aku mengaji kitab “Bidayah al-Hidayah” karya Imam Abu Hamid al-Ghazali. Tanggal 11/01/17 sampai pada makalah yang sangat menarik dan masih sangat relevan dengan situasi kehidupan kita hari ini. Imam al-Ghazali mengatakan :

ولا تقطع بشهادتك على أحد من أهل القبلة بشرك أو كفر أو نفاق؛ فإن المطلع على السرائر هو الله تعالى.
فلا تدخل بين العباد وبين الله تعالى،
واعلم أنك يوم القيامة لا يقال لك: لِم لَمْ تلعن فلانا، ولم سكت عنه؟
بل لو لم تلعن ابليس طول عمرك، ولم تشغل لسانك بذكره لم تسأل عنه ولم تطالب به يوم القيامة.
وإذا لعنت أحدا من خلق الله تعالى طولبت به

“ Janganlah kau memvonis syirik, kafir atau munafik terhadap seseorang ahli kiblat (orang yang masih shalat menghadap arah ka’bah). Karena yang mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati manusia hanyalah Allah SWT,

Maka, janganlah kau ikut campur (intervensi) dalam urusan hamba Allah dengan Allah SWT.

Ketahuilah, bahwa pada hari kiamat kelak kau tidak akan ditanya : “mengapa kau tidak mau mengutuk si Anu? Mengapa kau diam saja tentang dia?.”

Bahkan andaikata pun kau tidak pernah mengutuk Iblis sepanjang hidupmu, dan tidak menyebutnya sekalipun, kau pun tidak akan ditanyai dan tidak akan dituntut oleh Allah nanti di hari kiamat.

Tetapi jika kau pernah mengutuk seseorang (makhluq Allah), maka kelak kau akan dituntut (oleh Allah SWT)”.

11.01.20

Sumber: FB Husein Muhammad

(suaraislam)

Loading...