ISIS Masih Perlu Diwaspadai

Tewasnya pemimpin ISIS Abu Ibrahimi Al Hasimi di Raqqah, Syria Utara semakin memperlemah ISIS, tetapi kekuatannya masih potensial. Selain di Syria Utara / Timur dan Iraq Barat, ISIS-K ( Isis Korasan ) juga aktif bergerak di propinsi Nangarhar, Kunar dan Nuristan. Faktor ideologis merupakan daya gerak yang utama.

Ruang geraknya di Syria semakin sulit dengan indikasi Abu Ibrahimi tewas meledakkan diri di lokasi yang tidak jauh dari meninggalnya Abubakar Al Baghdadi dua tahun sebelumnya. Ia dikepung oleh pasukan Syrian Demokratic Force / Kurdi dan tim task force anti terorisme pasukan AS yang ditempakan di daerah itu.

Kekuatan ISIS di Iraq lebih aktip dan mampu melakukan serangkaian aksi peledakan bom sepanjang tahun 2001. Dan bahkan pada akhir januari 2022 melakukan ledakan bom di pasar di kota Sadr menewaskan sekitar 20 orang. Sebagian besar teroris ISIS di Iraq tersebut adalah ex pendukung Saddam Husein yang telah berbaiat kepada ISIS.

Sedang ISIS- Korasan ( ISIS-K) dipimpin oleh Sanaullah Ghafary yang terbukti mampu melakukan peledakan besar di bandara Kabul pada saat proses evakuasi pasukan Amerika Serikat sedang berlangsung. Disamping itu ISIS K juga meledakkan masjid shiah di Kabul dan Kundus serta lokasi lain seperti di pasar dan bus umum. ISIS K terdiri dari orang Afganistan yang mengikuti aliran Salafi Jihadi, berbeda dengan anggauta Taliban yang mengikuti aliran Suni Deobandi.

Emirat Islam Afganistan / EIA mempunyai komitmen kuat untuk memerangi ISIS K sejak berkuasa yg ditandai dg mengeksekusi Komandan ISIS Asia Selatan, Abu Umar Al Korasani yg ditahan dipenjara Kabul oleh pemerintah sebelumnya. Tekanan tekanan militer terus dilancarkan terhadap elemen ISIS K di tiga propinsi diatas dan hasilnya sekitar 50 orang anggauta ISIS – K telah menyerahkan diri dalam seminggu ini.

Beberapa aktivis asal Indonesia telah bergabung dengan ISIS-K pada akhir 2019 sebelum kekalahan ISIS terakhir di Bagous yang terletak diperbatasan Iraq – Syria. Mereka masuk ke Afganistan melalui wilayah Iran Barat, sama seperti rute yang digunakan oleh aktivis Al Qaeda sebelumnya.

Rute lain yang mungkin menjadi alternatip adalah memasuki Afganistan dari wilayah Pakistan.Tetapi jalur Pakistan – Afganistan ini relatip lebih sulit karena pemerintah mengawasi dengan ketat pergerakan orang diperbatasan dg Afganistan. Hal ini dilakukan dalam rangka selama ini Taliban Pakistan / Tehrik e Taliban ( Salafi Jihadi ) menggunakan wilayah perbatasan untuk melakukan gangguan keamanan.

KH As’ad Said Ali

Sumber: https://www.facebook.com/asad.saidali/posts/4865629586848002

(Suara Islam)

Loading...