Innalillahi! Meskipun Sudah Berumur, Pria yang ‘Agamis’ Ini Mendo’akan Hal Buruk kepada Jokowi

Viral di media sosial sebuah akun bernama ‘Ajo Pasrol Sukma Ponsel’ yang mendoakan buruk Presiden Jokowi. Dalam postingannya dia berharap Presiden Jokowi segera menyusul ibunda tercintanya.

Hal tersebut diposting oleh akun facebook Wahyu Sutono, Pemilik akun ‘Ajo Pasrol Sukma Ponsel’ tersebut memberikan komentar terhadap sebuah postingan FB yang memberitakan ibunda Presiden Jokowi tutup usia.

“ Semoga anaknyo menyusul segeralah..Amin”, tulis Ajo Pasrol Sukma Ponsel memberikan komentar pada sebuah postingan di FB.

Hidup dan mati sudah ditakdirkan oleh yang Maha Kuasa, namun warganet menilai komentar dari pemilik akun Ajo Pasrol Sukma Ponsel tersebut diduga memiliki unsur ujaran kebencian.

Karena itu, meskipun keluarga Presiden Jokowi adalah keluarga yang pemaaf, Pegiat media sosial Wahyu Sutono meminta agar proses hukum tetap berjalan supaya ada efek jera.

Berikut tulisan Wahyu Sutono yang meminta agar penghinaan kepada keluarga Jokowi tetap diproses secara hukum meskipun sudah ada pemintaan maaf di media sosial.

‘PROSES HUKUM TETAP BERJALAN’

Keluarga Pak Jokowi itu sangat pemaaf, dan itu sudah dibuktikan dari ribuan hujatan, hoax, fitnah, dan ujaran kebencian lainnya yang di alamatkan kepada keluarga beliau, selalu dijawabnya dengan diam dan doa.

Sebaliknya, kalian yang tak mengenalnya, tak pernah disakitinya, tak pernah dirugikannya, tapi kalian seperti orang-orang yang kalap seolah tak berpendidikan dan tak beragama. Padahal jelas bahwa tak ada satu pun agama yang mengajarkan seperti ucap lampah kalian.

Ajo.. Saudara sudah berumur dan nampak sangat agamis bila dilihat dari unggahan dan cara berpakaiannya. Tapi itu saja tidak cukup, kalian harus belajar lagi banyak tentang Islam yang begitu indah, agung, dan damai.

Karenanya, agar ada efek jeranya, maka proses hukum harus tetap berjalan, begitu pun kepada yang segolongan denganmu. Kalian itu biadab, namun saat viral dan bakal diproses hukum, maka seperti sudah seragam, kalian hanya minta maaf seraya mengatakan ‘Khilaf.’

“Tunggulah di rumah, tak lama lagi kalian semua akan dijemput Polisi. Walau sekarang sudah ganti nama jadi Jopaih, itu tak berarti menghapus jejak digital sebelumnya.”

(suaraislam)

Loading...