Innalillah! ISIS-K Klaim Menjadi Dalang Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afghanistan

Ilustrasi (REUTERS)

Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Khorasan atau ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 55 orang di sebuah masjid Syiah di Kunduz, Afghanistan. ISIS-K menyebut pengebom bunuh diri dalam serangan itu sebagai seorang etnis Uighur.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/10/2021), dalam pernyataan yang dirilis via saluran Telegram, ISIS-K menyatakan bahwa seorang pengebom bunuh diri ‘meledakkan rompi peledak di tengah kerumunan’ jemaah Syiah yang berkumpul di dalam masjid untuk menunaikan salat Jumat.

Dalam pernyataan kedua, ISIS-K menyebut ‘pelaku serangan merupakan seorang Muslim Uighur’ dan bahkan mengidentifikasi pelaku sebagai ‘Muhammad al-Uyguri’ yang menyiratkan dia anggota kelompok minoritas Muslim Uighur yang banyak tinggal di Xinjiang, China.

ISIS-K menyebut Uighur sebagai kelompok minoritas yang ‘Taliban telah bersumpah untuk mengusirnya’ dari Afghanistan.

Kelompok ISIS-K yang merupakan rival terberat kelompok Taliban, telah berulang kali menargetkan Syiah dalam upaya memicu kekerasan sektarian di Afghanistan yang didominasi Sunni. Diketahui bahwa Syiah menyumbang 20 persen populasi Afghanistan, yang kebanyakan merupakan etnis Hazara yang dipersekusi selama bertahun-tahun di negara itu.

Serangan bom bunuh diri di Kunduz yang menewaskan sedikitnya 55 orang ini tercatat sebagai serangan paling mematikan sejak tentara Amerika Serikat (AS) meninggalkan Afghanistan pada akhir Agustus lalu.

Kepala keamanan Taliban untuk wilayah Kunduz, Mulawi Dost Muhammad, menuduh para pelaku berupaya memicu perselisihan antara Syiah dan Sunni. Dost Muhammad menegaskan tidak ada perselisihan antara pihaknya dengan minoritas Syiah.

“Kami memastikan saudara-saudara Syiah kami bahwa di masa mendatang, kami akan memberikan keamanan bagi mereka dan bahwa masalah semacam itu tidak akan terjadi pada mereka,” tegasnya.

(Suara Islam)

Loading...