Innalillah! Belum Bayar Ganti Rugi, Proyek Saringan Sampah Warisan Anies di Pasar Rebo Disetop Ahli Waris

Spanduk penghentian pengerjaan proyek saringan sampah Kali Ciliwung di Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (13/12/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Proyek saringan sampah Kali Ciliwung di Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, dihentikan paksa warga setempat pada Rabu (13/12/2022).

Proyek senilai Rp 195 miliar yang diresmikan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akhir masa jabatannya itu disebut belum membayar ganti rugi kepada ahli waris pemilik tanah.

Ahli waris tanah, Nazarudin, mengatakan, lahan untuk pembangunan saringan sampah di Kali Ciliwung di Kelurahan Gedong merupakan milik mendiang ayahnya, H. Azhari.

“Sampai dengan saat ini kami (ahli waris) belum menerima sepeser pun pembayaran. Belum dibayarkan, alat berat sudah datang di sini. Kami belum dibayar,” kata Nazarudin, dilansir dari TribunJakarta.com, Rabu (13/12/2022).

Sebelum pengerjaan proyek milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta resmi dimulai pada Senin (26/9/2022), kata Nazarudin, sempat ada pembicaraan dengan Pemprov DKI terkait pembebasan.

Kala itu, Pemprov DKI Jakarta mengakui bahwa lahan dengan luas sekitar 9.600 meter persegi yang berada di wilayah Kelurahan Gedong merupakan milik ahli waris H. Azhari. Namun, sebelum penaksiran atau appraisal untuk menentukan besaran ganti rugi dilakukan, pengerjaan proyek yang bertujuan untuk menyaring sampah di aliran Kali Ciliwung agar tidak masuk ke Jakarta itu sudah berjalan.

“Luas tanah kurang lebih 9.600 yang terkena proyek 6.000-an (meter persegi). Alasannya (belum dibayar) apa, saya belum tahu. Sampai saat ini, berapa jumlah yang saya terima saya belum tahu,” ujar dia.

Nazarudin menuturkan belum mengetahui nilai ganti rugi karena proses appraisal atau perkiraan nilai pasar dari tanah yang terdampak urung dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Lantaran belum menerima ganti rugi ini, Nazarudin meminta pengerjaan proyek pembangunan saringan sampah di Kali Ciliwung wilayah Kelurahan Gedong dihentikan sementara.

“Kami minta hentikan (pengerjaan). Beko kami minta pindah karena masuk lahan orang tanpa izin juga pasti kena undang-undang. Hari ini kami minta alat berat keluar,” tuturnya.

Pantauan di lokasi pihak ahli waris H. Azhari memasang spanduk bertulisan “Dilarang keras!!! Memasuki lokasi ini dalam bentuk kegiatan apapun karena belum ada pembayaran”. Mereka juga meminta alat berat yang sedang mengerjakan di lokasi untuk pindah hingga Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membayarkan ganti rugi atas lahan terdampak. Sementara untuk pengerjaan saringan sampah di bantaran Kali Ciliwung wilayah Jakarta Selatan, yang berbatasan dengan Jakarta Timur, masih tampak berjalan menggunakan alat berat.

Adapun eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan proyek saringan sampah Kali Ciliwung di Jalan TB Simatupang perbatasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada Senin (26/9/2022).

Anies mengatakan, proyek saringan untuk mencegah sampah kiriman dari Bogor dan Depok yang hanyut di aliran Kali Ciliwung masuk ke Jakarta ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. Ide pembangunan saringan sampah tersebut ketika dia baru saja dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2018 mendapati tumpukan sampah di pintu air Manggarai.

“Nah, harapannya ini akan bisa mengendalikan sampah untuk tidak masuk ke dalam kota (Jakarta),” ujar Anies ketika meresmikan pembangunan proyek saringan sampah, Senin (26/9/2022).

(Suara Islam)

Loading...