Imbau Tak Nyanyikan Lagu Indonesia Raya, Khalid Basalamah Dikecam Intelektual Muda NU

Khalid Basalamah

Khalid Basalamah menjadi pembicaraan para netizen di media sosial karena video ceramahnya yang menganjurkan jemaah untuk untuk tidak ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam video yang diunggah pengguna Twitter AhlulQohwah, Khalid Basalamah memberi solusi untuk jemaahnya yang diwajibkan oleh gurunya ikut menyanyikan lagu kebangsaan setiap pagi.

Menurut Khalid Basalamah, jemaahnya tidak perlu ikut menyanyikan lagu kebangsaan. Dia meminta jemaahnya jika harus mengikuti acara menyanyikan lagu kebangsaan, agar membacakan saja surah Annas dan Alfalaq. Menurut Khalid, dia (si guru) tidak akan memperhatikan mulut muridnya.

“Sekolah ana tiap pagi ada waktu untuk menyanyi lagu kebangsaan (Indonesia Raya), apa yang harus ana lakukan soalnya jika ana tidak lakukan nanti ditegur guru-guru,” kata Khalid membacakan pertanyaan jemaah itu.

“Tak usah ikut (menyanyikan). Saran saya gak usah ikut (menyanyikan)! Masa dia lihat mulut kita,” ucap Ustaz Khalid Basalamah lagi.

“Tentunya ini bukan berarti kita melawan, tetapi saya membahas saran saya. Saya kan ditanya, kalau saya gak usah ikutlah,” tuturnya.

“Mungkin kalau dia lagi nyanyi, antum ulangi Surat Al-Falaq, An-Nas,” ujarnya.

Pernyataan Khalid Basalamah mendapat hujatan dan kritikan dari warganet, salah satunya intelektual Nahdlatul Ulama, Ayang Utriza Yakin, melalui akun Twitter-nya @Ayang_Utriza memperingatkan dan menyuruh Khalid Basalamah supaya pindah ke Arab Saudi.

“Tadz, jika tidak mau menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya & menolak mencintai negera & bangsa ini, silahkan pindah ke Saudi Arabia, tempat & sumber Salafi-Wahabi yang Anda sebarkan di NKRI ini!” tulis Ayang, dikutip pada Selasa 25 Mei 2021.

Selain Ayang Utriza, Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengomentari soal pernyataan Khalid Basalamah yang menyinggung lagu Indonesia Raya.

Eko Kuntadhi lewat cuitannya di Twitter, Rabu 26 Mei 2021, menyebut Ustaz Khalid Basalamah sebagai gerombolan Wahabi.

Ia pun menilai, selurus-lurusnya kelompok Wahabi tetap saja pikiran mereka bengkok.

“Selurus-lurusnya gerombolan Wahabi. Tetap aja bengkok pikirannya,” cuit Eko Kuntadhi.

(Suara Islam)

Loading...