Habib Syakur Kecam Edy Mulyadi dan Azam Khan: Pengasong Khilafah Monster Beragama

Edy Mulyadi (Youtube/mimbartube)

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur bin Ali Mahdi Al-Hamid mengatakan bahwa dirinya tidak heran jika Edy Mulyadi membuat gaduh dengan hinaan kepada Kalimantan dengan sebutan-sebutan yang terlalu tendensius.

“Saya sih tidak heran, karena para pengasong Khilafah dan simpatisan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia -red) itu emang sukanya mengadu domba masyarakat dengan berkedok narasi-narasi keagamaan,” kata Habib Ali, Rabu (26/1).

Ia menegaskan bahwa memang HTI secara organisasi sudah dibubarkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Menkumham Nomor AHU-30.AH.01.08 Tahun 2017 yang isinya mencabut status Badan Hukum dan Perkumpulan Hizbut Tahrir Indonesia (BHP HTI).

Kemudian pembubaran itupun dilegitimasi dengan ditolaknya gugatan bernomor 211/G/2017/PTUN.JKT oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tata Usaha (PTUN) Jakarta.

Hanya saja, Habib Ali menilai bahwa pola kaderisasi hingga propaganda kelompok simpatisan HTI yang sudah tersebar di berbagai daerah masih menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Salah satunya adalah propaganda tentang pendirian Daulah Islamiyah dan mengganti sistem Pancasila dengan Khilafah.

“Ini kesalahan dari pemerintah karena telah ragu-ragu menindak dengan tegas simpatisan HTI. Karena selama ini mereka selalu berlindung di balik demokrasi atas dasar kebebasan berpendapat yang akhirnya kebablasan. Contohnya ya yang kemarin Edy Mulyadi dan teman-temannya itu,” ujarnya.

Menurut pengamatan Habib Ali, apa yang dilontarkan oleh Edy Mulyadi bahwa Kalimantan adalah tempat Jin membuang anak, hingga Azam Khan yang menyebut hanya monyet yang mau pindah dari Jakarta ke Kalimantan adalah bentuk sentimen negatif yang terucap dari kelompok pengasong Khilafah.

Oleh karena itu, Habib Ali mengapresiasi semua pihak yang sudah menyeret kasus ucapan Edy Mulyadi dan teman-temannya itu ke jalur hukum. Sekaligus ia mengapresiasi langkah Bareskrim Mabes Polri yang bergerak cepat menangani kasus tersebut untuk dibawa ke status penyelidikan hingga penyidikan.

“Wajar masyarakat Kalimantan marah besar. Ini sudah kebablasan dan hukum di Indonesia harus tegak, tangkap Edy Mulyadi dan periksa semua yang terlibat di dalam konferensi pers itu,” tandasnya.

Tidak hanya itu saja, Habib Ali juga berharap seluruh aparat penegak hukum baik TNI, Polri dan sebagainya harus tegas di dalam menangani para pengasong Khilafah dan pendirian Daulah Islamiyah, siapapun itu.

“Tangkap semua simpatisan HTI, JAD, Jamaah Islamiyah, jika mereka tidak mau bertaubat dan kembali cinta tanah air serta bangsa dan Pancasila,” pungkasnya.

(Suara Islam)

Loading...