Gus Yahya: PBNU Sudah Siapkan Strategi Cegah Radikalisme yang Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menegaskan, radikalisme merupakan pilihan politik untuk memperjuangkan tatanan dunia khilafah. Menurut dia, radikalisme bukan sekadar perdebatan teologis semata.

“Ada dimensi yang sangat penting dalam soal ini yaitu bahwa radikalisme itu soal pilihan politik. Orang memang memilih untuk menjadi radikal sebagai pilihan politik,” ujar Gus Yahya saat mengumumkan pengurus PBNU periode 2022-2027 yang disiarkan melalui akun YouTube TVNU, Rabu (12/2/2022).

Gus Yahya menilai, jika radikalisme hanya dibawa dalam perdebatan teologis, maka tidak akan selesai-selesai. Karena, kata dia, semua hal tersebut memiliki dalil dalam kitab suci sehingga ujungnya adalah adu dalil, Menurut dia, radikalisme harus dilihat dan didiskusikan dari sisi politik dan konsekuensi-konsekuensi politiknya.

“Mari kita bicara tentang konsekuensi politiknya. Kalau semua negara bubar, kembali menjadi satu khilafah seperti sebelum perang dunia pertama, maka kita harus meruntuhkan peradaban dunia ini sama sekali dengan meminta korban ratusan bahkan miliaran nyawa dari umat manusia. Ini sama sekali tidak bisa kita terima,” tegas Gus Yahya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, kepengurusan PBNU periode 2022-2027 akan memberikan perhatian khusus untuk mengatasi dan mencegah masalah radikalisme secara lebih efektif dan tepat sasaran.

“Jadi pada intinya kita ingin meng-address, kita ingin menyasar masalah radikalisme ini secara lebih tepat sasaran. Kedua, tentu kami sudah menyiapkan berbagai macam strategi untuk menjangkau audiens publik dalam berbagai platformnya, baik platform pertemuan langsung sebagaimana menjadi tradisi dalam NU seperti pengajian-pengajian itu maupun platform-platform digital seperti media sosial dan lain-lain,” kata Gus Yahya.

(Suara Islam)

Loading...