Gus Yahya Ke Israel, PBNU: Misi NU dalam Melakukan Diplomasi agar Palestina Diakui Kemerdekaannya

Saya masih teringat bagaimana hiruk pikuk ramai perbincangan ketika Gus Yahya jadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel, ya biasa, yang rame malah bukan warga Nahdliyin dan Kiai-Kiai NU, karena mereka paham, bahwa apa yang dilakukan Gus Yahya adalah meneruskan perjuangan Gus Dur, sang Wali Allah yang punya cita-cita besar untuk mewujudkan perdamaian Palestina dan Israel.

Terutama untuk kedaulatan rakyat Palestina dari aksi-aksi militer Israel. Yang meramaikan adalah pihak-pihak yang selama ini kita kenal hobi merecoki NU, mengadu domba dan ingin memecah belah NU, siapa mereka? Ya kelompok-kelompok yang tidak suka dengan NU, sejarah jejak digital rapi tersimpan bukan?

Bahkan PBNU sendiri saat itu oke-oke saja, dan mendukung malah, Sekretaris Jenderal PBNU Kiai Helmy Faishal Zaini kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/6) mengatakan, Kiai Helmy mengatakan langkah Gus Yahya memenuhi undangan ke Yerusalem merupakan bagian dari misi NU dalam melakukan diplomasi agar Palestina diakui kemerdekaannya.

Meskipun, kehadiran Gus Yahya di Kota Suci tersebut tak membawa nama NU melainkan atas nama pribadi. Gus Yahya ke Israel untuk melanjutkan perjuangan yang dilakukan KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina.

“Saya kira ada kesinambungan, apa yang dilakukan oleh Gus Dur (sebelumnya), (dan kini) Gus Yahya. Karena Gus Dur dan Gus Yahya bagian besar dari NU,” begitu kata Sekjend PBNU.

Sekali lagi, bahwa cita-cita besar Gus Dur atas perdamaian Israel-Palestina yang hari ini dilanjutkan muridnya, Gus Yahya, bukan merupakan satu “Kesalahan”. Membawa misi NU untuk perdamaian dunia kok salah? Ini kan hanya mainan kelompok-kelompok yang tak suka NU saja.

Ketika kini dekat-dekat Muktamar NU, ketika ramai Gus Yahya mendapat banyak dukungan PWNU-PWNU dan para Romo Kiai Khos untuk maju menjadi ketua umum PBNU, ramai lagi soal kunjungan Gus Yahya ke Israel, haha, tak apa, hanya friksi kecil upaya memecah belah NU, sudah biasa.

Ditambah kemarin yang di goreng isunya ketika Romo Kiai Said bertemu Presiden Jokowi, yang mengatakan PBNU pernah menolak undangan Israel, kemudian di Frame bahwa apa yang dilakukan Gus Yahya ke Israel itu salah, haha, salah bagaimana?

Wong ya PBNU mendukung Kok, Kan tidak masuk akal menyalahkan perjuangan Gus Dur, perjuangan NU untuk menciptakan perdamaian dunia. Ada-ada saja!!.

(Suara Islam)

Loading...