Giring Ada Benarnya, Ini Daftar Kebohongan Anies Baswedan

Ramai menjadi perbincangan di media sosial perihal Plt Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha yang membongkar kebohongan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hal tersebut disampaikan Giring lewat video yang diunggah akun Instagram resmi PSI, Senin (20/9).

Pada awal video tersebut Giring mengatakan bahwa Anies Baswedan adalah seorang pembohong karena kerap mencitrakan sosok yang pura-pura peduli di tengah penderitaan rakyat saat pandemi Covid-19.

“Gubernur Anies Baswedan bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis,” ucap Giring dalam video tersebut.

Giring kemudian menyebutkan, indikator utama dalam penilaian gagalnya Gubernur Anies Baswedan adalah dari keputusan Anies membelanjakan APBD sebesar Rp1 triliun di masa pandemi untuk menggelar ajang balapan Formula E.

“APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadinya untuk maju sebagai calon presiden 2024,” jelas Giring.

Berlawanan dengan hal tersebut, Anies justru mengaku tak memiliki dana untuk mengatasi Covid-19 di DKI Jakarta. Bahkan, Presiden Joko Widodo pernah memberikan pesan kepada Anies dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait peningkatan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

“Dia (Anies Baswedan, red) mengaku tidak ada dana untuk mengatasi Covid-19 dan minta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 rakyat Jakarta,” kata Giring.

Konten yang dibuat oleh Giring dan PSI tentunya menimbulkan banyak tanggapan pro dan kontra. Namun jika diingat-ingat, Giring bukanlah orang pertama yang melayangkan kritik kepada Anies.

Mantan politikus Demokrat Ferdinand Hutahean pernah membongkar kebohongan Gubernur Anies Baswedan terkait jumlah warga DKI yang sudah divaksin.

Sebelumnya, Anies pernah mengungkapkan ada 3 juta orang yang telah melakukan vaksinasi lengkap di Ibu Kota.

“Alhamdulillah, kita lewati capaian ini,” cuit Anies Baswedan di akun Twitter-nya, Rabu (16/6/2021).

Anies Baswedan merujuk pada data yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI yang mengatakan sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 yaitu sebesar 3.000.689, jumlah orang yang telah menjalani vaksinasi.

Ferdinand mengatakan, apa yang diungkapkan oleh Anies mengenai data tersebut masih kurang lengkap.

“Wahai Pak Gubernur @aniesbaswedan, tolong baca data angka dan kalimat yang jelas. Sasaran Vaksin tahap 1-2 (lengkap) 3.000.689 orang. Sementara angka 3.041.573 itu baru dosis 1 atau belum lengkap,” ketik Ferdinand membalas cuit-an Anies Baswedan.

Menurut Ferdinand, data yang diungkapkan oleh Anies belum seluruhnya bahkan masih setengah dari target.

“Tak bisa disebut melampaui target,” lanjut Ferdinand.

Masih berkaitan dengan vaksinasi, pegiat media sosial Denny Siregar ikut menyentil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Jurus Gaberner Djakarta. Lepas tangan. Kalau gagal, salahin pusat. Eh, berhasil. Langsung klaim kesuksesan. Kalo gada prestasi, memang paling mudah cari sensasi.,” tulis Denny Siregar lewat akun Twitter @Dennysiregar7, Minggu (5/9/2021).

Dalam postingannya tersebut, Denny Siregar menyertakan juga tangkapan layar tiga artikel artikel berita. Artikel pertama tentang Anies yang menyerahkan penanganan Covid-19 ke Pemerintah Pusat. Artikel kedua tentang Presiden Jokowi yang berterima kasih kepada TNI Polri karena mengadakan vaksinasi serentak di 34 provinsi pada 26 Juni 2021. Dan artikel ketiga terkait Anies yang memamerkan keberhasilan vaksinasi Corona di Jakarta tembus 105 persen.

Pada awal 2021, Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini, pernah menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meminta maaf kepada warga karena gagal mencegah banjir.

“Banjir Jakarta jelas karena Gubernur Anies Baswedan tidak kompeten. Mau pakai alasan dari A sampai Z, ujung-ujungnya kembali pada tata kelola yang buruk,” kata Faldo, Senin (22/2/2021).

Faldo bahkan mengingatkan, data serapan anggaran penanggulangan banjir pada tahun 2018 dan 2019 yang terbilang sangat rendah.

“Artinya, tidak banyak yang dikerjakan beberapa tahun belakangan. Mas Anies menyia-nyiakan waktu. Tidak bekerja selama ini,” lanjut Faldo.

Berita terbaru, pembangunan Tugu Sepatu oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman yang dinilai tidak bermanfaat untuk masyarakat oleh Politikus Gerindra Arief Poyuono. Ia menduga, pembangunan Tugu Sepatu adalah bentuk kebingungan Gubernur Anies Baswedan.

“Tugu sepatu nggak ada manfaat dan tidak ada latar belakang nilai historisnya kalau dibangun di Jakarta,” jelas Arief, Sabtu (18/9/2021).

Arief juga menilai, pembangunan Tugu Sepatu oleh Anies Baswedan di Jakarta hanya merupakan pemborosan anggaran di tengah pandemi.

“Cuma cari-cari proyek saja untuk antek-anteknya, enggak beda dengan dengan proyek Formula E yang juga enggak ada manfaatnya buat masyarakat,” ucapnya.

Arief juga mengatakan, Anies Baswedan tidak memahami bagaimana membangun Jakarta dan melayani publik Jakarta dengan menggunakan APBD.

“Dia pikir masyarakat Jakarta sudah senang, kali, melihat Tugu Sepatu. Kinerja Anies menunjukkan kalau dia bukan kepala daerah yang berkelas dalam mengelola ibu kota negara,” pungkas Arief Poyuono.

Diketahui, Tugu Sepatu yang berada di kawasan Sudirman dan dua titik lainnya yaitu Lapangan Banteng dan Alun-alun Velodrome sudah dibongkar kembali karena ada yang memberikan hadiah mural yang dituduh oleh pengikut Anies sebagai vandalisme.

Ini juga standar ganda mereka, kalau gambar yang menyerang Jokowi mereka sebut mural, tapi kalau ada gambar yang meledek Anies mereka sebut vandalisme.

Khairul Hidayat, Warga Ibu Kota

(Suara Islam)

Loading...