Dokter Sakit Jiwa dan Kadrun yang Jiwanya Sakit

Di sekitarku banyak banget yang gak percaya adanya Covid.

Lebih seram lagi, mereka menganggap Covid itu adalah konspirasi elit global. Dan lebih gila lagi, mereka anggap vaksin itu ditanami mikrochip supaya bisa memantau semua kegiatan mereka.

Saya cuman ketawa-ketawa aja kalo dengar teori2 konspirasi mereka. Yang lucunya, banyak dari mereka yang dulu juga percaya kalo Dimas Kanjeng bisa gandakan uang, Ningsih Tinampi bisa ngusir jin, Ratna Sarumpaet digebukin orang dan Sugik Nur adalah ustad !

Mereka percaya hal-hal seperti itu, tapi gak percaya kalau Covid itu wabah, mirip dgn wabah flu Spanyol di tahun 1918 yang merenggut nyawa 100 juta orang.

Saya sih gak perduli ya dengan orang yang tidak percaya Covid. Itu hak mereka sesuai dgn level kualitas pemikiran mereka. Tapi kalau ketidakpercayaan mereka itu mereka propagandakan dan membuat kebingungan banyak orang awam, itu beda masalah. Itu provokasi namanya. Dan provokator, disaat negara sedang perang dengan pandemi seperti ini, wajib ditangkap.

Jadi ditangkapnya dokter Lois, ahli kecantikan yang juga ngaku ahli virus sedunia, itu berita bagus. Kenapa ? Karena ada gelar dokter yang melekat padanya. Gelar itu bukan main-main, karena ada tanggung jawab moral padanya. Dan ketika dia bersuara, dia mewakili label didepan namanya. Bahaya. Dia membuat awam yang bukan dokter jadi bingung, mana yang benar ?

Sebenarnya, mudah melihat apakah dia benar2 dokter atau benar2 ustad. Jangan lihat gelarnya, tapi lihat kualitas ucapannya. Seorang ustad, namanya pengajar, pasti mengerti bagaimana bersikap karena penuh dgn ilmu agama. Tapi kalau ada ustad yang misuh-misuh jancuk, matamu picek, wah itu jelas bukan ustad. Mau dikasih gelar Gus ataupun Kyai, perilakunya jelas menunjukkan dia gak pantas.

Begitu juga si dokter Lois. Saya ketawa kalau baca status2nya, seolah hanya dialah dokter yang hebat sedunia. Bahkan mau bubarkan IDI segala. Dia bahkan halu bilang kalau Covid itu disebarkan lewat pesawat udara. Gila, kan ? Dari sini saja kita tahu kalo dia tidak ilmiah, lha kok banyak banget yang percaya hanya karena ada gelar dokter di depan namanya ??

Untung dia segera ditangkap. Kalau tidak, pemerintah akan sibuk hanya untuk melayani dokter dengan gangguan jiwa. Dan kalau tidak ditangkap, provokasinya itu akan mengganggu penanganan di lapangan.

Tapi dari kasus dokter Lois, saya lebih ketawa lagi. Dia itu sepertinya keturunan Tionghoa dan Kristen, lha kok yang percaya ma dia lebih banyak kadrunnya yang biasanya lidahnya enteng bicara kopar kapir itu ??

Tapi ya memang begitulah mereka. Wong Rocky Gerung yang atheis dan bilang kitab suci adalah fiksi itu dinobatkan sebagai ustad. Gak penting buat kadrun, yang penting orang2 itu berseberangan ma pemerintah, maka dia wajib dipuja-puja, kalau perlu dibuatkan patung segala dan disembah..
Benar juga kata Rasulullah Saw sebelum beliau wafat, “Umatku akan banyak di akhir jaman, tapi mereka seperti buih di lautan..”

Buih yang tidak pake logika, seperti kerbau dicucuk hidungnya, bodoh dan bebal juga egois tingkat dewa. Mereka akan tersapu ombak besar di akhir zaman, terkurung oleh kebodohan mereka sendiri yang gampang ditipu orang..

Seruput kopinya..

Denny Siregar

Sumber: https://www.facebook.com/dennyzsiregar/posts/265437835388120

(Suara Islam)

Loading...