Dobrak Aturan Konservatif, Ini 5 Kebijakan yang Dikeluarkan Pangeran Arab Saudi

Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menjabat sebagai putra mahkota kerajaan pada 2017 lalu.

Sejak itu, MbS berjanji akan mereformasi Saudi, terutama soal difersifikasi ekonomi, yang akhirnya juga turut mempengaruhi sosial dan budayanya.

Sejak menjabat sebagai putra mahkota atau pemimpin de facto Saudi, MbS telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang membongkar kultur konservatif negara Islam itu, mulai dari melonggarkan hak perempuan hingga mengizinkan pakaian bikini di pantai tertentu.

Berikut 5 kebijakan MBS yang mendobrak aturan konservatif:

1. Izinkan Pakaian Bikini di Pantai

Salah satu wilayah di Arab Saudi, tepatnya kawasan King Abdullah City, merupakan salah satu kota internasional selain Jeddah yang melonggarkan aturan sosial, salah satunya mengizinkan perempuan memakai pakaian renang bikin di pantai-pantai privatnya.

Menurut laporan AFP, sejumlah pantai privat di King Abdullah Economic City juga mengizinkan pasangan lelaki dan perempuan yang belum menikah bercengkrama di depan publik.

2. Perempuan Boleh Hidup Sendiri

Di era Mbs, Arab Saudi juga mengizinkan perempuan bepergian dan hidup sendiri tanpa didampingi wali laki-laki

Di hadapan pengadilan Syariah Saudi, otoritas Kehakiman menghapus pasal 169 dalam Hukum Acara negara tersebut.

“Seorang wanita dewasa memiliki hak untuk memilih tempat tinggal,” kata undang-undang yang telah direvisi, mengutip Middle East Monitor. pada Juni lalu

Masih dalam UU itu, disebutkan pula wali dari seorang perempuan hanya dapat melaporkan jika mereka miliki perempuan itu melakukan kejahatan.

Selain itu, jika perempuan yang sudah bebas dari penjara tidak akan diserahkan kepada wali.

3. Izinkan Perempuan Ganti Nama tanpa Izin Wali

Awal 2021 lalu, Kerjaan juga mengiiznkan perempuan yang berusia di atas 18 tahun mengubah nama mereka tanpa mengantongi izin wali.

Pihak berwenang juga mencabut pembatasan perjalanan bagi perempuan saat 2019 lalu. Dalam aturan itu pulan, perempuan di atas 21 tahun diizinkan mengajukan paspor dan bepergian dengan bebas.

4. Izinkan Perempuan Setir Mobil

Arab Saudi, di bawah kepemimpinan MBS, juga melakukan terobosan mengakhiri kebijakan kontroversial dengan mengizinkan perempuan menyetir mobil pada 2017.

Tiga bulan kemudian, ia mengizinkan konser dan bioskop beroperasi di negara itu setelah tiga dekade dilarang. Musisi dunia, seperti Mariah Carey dan Black Eyed Peas disebut pernah tampil di Saudi.

5.Perempuan Masuk Militer

Pada Februari lalu, pemerintah Saudi membuka pendaftaran Angkatan Bersenjata bagi perempuan. Mereka yang berusia 21 hingga 40 tahun boleh mendaftar.

Kemudian dua bulan lalu, Kerajaan meluluskan angkatan pertama tentara perempuan dari Pusat Pelatihan. Kelulusan ini dianggap menjadi sejarah sebagai upaya reformasi pemberdayaan perempuan yang dicanangkan pemerintah.

(Suara Islam)

Loading...