Djarot Seperti Ahok, Berprestasi Dan Menginspirasi

Djarot Saiful Hidayat, Pendamping Ahok

Penting sekali bagi kita untuk mengenal dan menilai rekam jejak dari Pak Djarot Saiful Hidayat karena posisinya sangat strategis dan vital yaitu sebagai sosok nomor 2 di DKI.

Saya mencoba mengorek latar belakang Pak Djarot dan saya terpana melihat prestasi Pak Djarot yang luar biasa dan jauh di atas Pak Anies Sandi.

Pak Djarot tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan sebagai dosen tapi juga dalam bidang administrasi dan birokrasi serta bidang ekonomi.

Beliau juga adalah pemimpin yang peduli dengan rakyat serta menghasilkan berbagai inovasi konkret yang sudah dinikmati masyarakat dalam pemerintahannya. Lihat pemaparan berikut ini:

Pak Djarot adalah sosok dosen yang berpengalaman dan menjadi pembantu rektor Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya. Beliau tidak hanya jago mengajar tapi juga mampu merealisasikan gagasannya ke dalam praktek. Terbukti beliau menjabat Walikota Blitar selama 2 periode berturut-turut 2000-2010 dengan berbagai inovasi dan terobosan yang mencengangkan.

(Baca: Program Ahok Djarot Untuk Lingkungan)

Pak Djarot menyelamatkan profesi dosen saat ini yang sudah tercoreng akibat Anies yang sangat sarat dengan gagasan yang brilian tapi kerap membingungkan dan tidak konsisten. Pak Djarot dengan kelimuannya dapat membumikan semua gagasan, wacana dan program itu secara konkret dan tepat sasaran.

Pak Djarot menginspirasi Pak Ahok untuk merampingkan struktur birokrasi DKI. Ahok bingung waktu Pak Djarot ceritakan hal ini. ‘Bagaimana caranya, Mas?’ Saya bilang caranya dengan dialog. Saya ngomong dengan mereka. ‘Ini lo strukturmu, gemuk banget. Kalau kita gemuk banget, kita itu lamban, terus overlap satu sama lain. Jadi, kita lamban dalam mengambil keputusan,’” ucap Djarot saat itu.

Pak Djarot sangat gaul dan merakyat. Dengan celana jeans beliau suka melakukan blusukan dan berdialog dengan rakyat. Sesuatu yang sudah biasa dilakukannya sebelum menjadi orang nomor 2 di DKI. Itulah sebabnya programnya selalu mengena dan menyentuh kebutuhan rakyat.

(Baca: Ahok Djarot Janji Datangkan Pelatih dari Real Madrid)

Dikenal pakar pasar tradisional, mampu dan mumpuni menata PKL di Blitar. Djarot berhasil menata ribuan pedagang kaki lima yang dulunya kumuh di kompleks alun-alun menjadi tertata rapi.

Pengalamannya itu dia buktikan dengan menata PKL di Monas yang kumuh dan kacau saat ini menjadi rapi dan teratur. Kebijakan Pak Djarot selama menjabat walikota berhasil mendongkrak perekonomian di Blitar.

Dia mengubah Blitar yang tadinya hanya sebuah kota kecil dan miskin menjadi daerah terkaya nomor 2 di Jawa Timur.

Inovasi kebijakan adalah kebijakan renovasi rumah tidak layak huni dengan menyediakan dana hibah untuk warga di Blitar. Pemkot Kota Blitar mengucurkan uang insentif untuk memperbaiki rumah warga yang tak layak huni senilai Rp 4,5 – 7 juta per rumah.

Sampai akhir jabatannya, lebih 2.000 rumah reyot telah direnovasi di beberapa kelurahan dan desa.Pengalaman mengelola dan memanfaatkan APBD. Sewaktu jadi walikota mampu mengelola APBD sebesar Rp 250 milliar, termasuk kecil untuk ukuran Jakarta tapi ia mampu membangun rumah sakit standar nasional, membenahi kawasan kumuh, serta membangun museum Bung Karno yang menjadi pusat wisata di Blitar.

(Baca: Berita Baik untuk Pendukung Ahok Djarot di Putaran Kedua)

Kerja kerasnya melayani warga dan membangun Kota Blitar telah membuat Ia meraih berbagai penghargaan. Di antaranya, Penghargaan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi daerah pada tahun 2008, serta selama tiga tahun berturut-turut meraih Piala Adipura dengan kategori Kota Terbersih.

Kemudian ia juga mendapatkan Penghargaan Upakarti (2007), Peringkat Pertama penerapan E-Government di Jawa Timur (22 Maret 2010), dan Penghargaan atas terobosan inovasi daerah se-Provinsi Jawa Timur (30 April 2008). Djarot juga masuk dalam 10 Kepala Daerah Terbaik 2008 versi majalah Tempo.

Pak Djarot adalah sosok yang sederhana, santun, pekerja keras, taat beragama, jiwa melayani dan terutama bersih. Inilah keunggulan karakter beliau yang pantas untuk menjadi sosok panutan dan teladan bagi warga DKI.

Melihat pemapaaran di atas, keunggulan Pak Djarot seorang jauh melampaui Pak Anies Sandi. Berpengalaman, cekatan, penuh inovasi dan terobosan, peduli rakyat serta terbukti. DKI patut berbangga memiliki seorang Djarot sebagai wakil gubernur karena kualitas dan kompetensinya tak kalah kinclong dibanding orang nomor 1DKI saat ini. Pak Djarot pantas dinobatkan sebagai wakil gubernur terbaik DKI.

Mari kita terus menantikan terobosan-terobosan dari Pak Djarot yang nantinya bukan hanya akan mengubah Jakarta tapi menjadi sosok pemimpin handal yang menjadi model dan menaikkan standar pelayanan masyarakat serta standar kepemimpinan di Indonesia.

(biarnyaho)

Loading...