Ditetapkan Kembali Jadi Tersangka, Inilah Kasus Hukum yang Siap Mendera Bahar Smith Jika Bebas

Ilustrasi, Bahar Bin Smith

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat kembali menetapkan Bahar bin Smith menjadi tersangka atas kasus penganiayaan.

Saat ini Bahar masih mendekam di penjara, dan dia dituduh aniaya sopir taksi online.

Menurut Polda Jawa Barat, Bahar Bin Smith dijadikan tersangka karena melanggar Pasal 170 dan atau Pasal 351 KUH Pidana. Terpidana 3 tahun penjara ini diduga melakukan penganiayaan.

Baca: Kembali Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan, Bahar Smith Ngamuk-ngamuk di Penjara

Penetapan tersangka Bahar itu berdasarkan laporan polisi nomor LP/60/IX/2018/JBR/Resta Bgr/Sek Tansa pada 4 September 2018 dengan pelapor Andriansyah.

Bahar bin Smith jadi tersangka penganiayaan sopir taksi online. Pelapornya bernama Andriansyah.

Kejadian penganiayaan ini tahun 2018. Tersangka penganiayaan ini diberikan Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Selasa (27/10/2020).

Selain kasus ini, Bahar juga akan menghadapi perkara ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo.

Ia dilaporkan setelah dalam salah satu ceramahnya di Palembang, Sumatera Selatan, antara lain mengucapkan bahwa Presiden Jokowi adalah ‘banci,’ yang ‘kalau dibuka celananya…” akan terlihat bahwa ia ‘mungkin sedang haid…’

Dalam ceramah itu, Habib Bahar Bin Smith juga mengatakan, Jokowi hanya menguntungkan orang keturunan Cina.

Kasus ini dilaporkan ke polisi oleh Jokowi Mania (Joman) dan Cyber Indonesia dengan tuduhan ujaran kebencian dan penghinaan pada simbol negara.

(Suara Islam)

Loading...