Dikecam karena Arogan Bubarkan Pertunjukan Seni, Ormas FUI: Permintaan dari Kepling!

Camat Medan Sunggal, Indra Mulia Nasution mengakui bahwa Kepala Lingkungan (kepling) lah yang membawa anggota ormas Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut) untuk membubarkan pertunjukan seni kuda kepang.

Seperti diketahui, sebelumnya video kericuhan antara warga dan pihak FUI sempat viral di media sosial. FUI sebagai ormas Islam pun banyak mendapat kecaman.

Dalam video yang beredar, salah satu anggota FUI sempat meludahi salah seorang perempuan ketika beradu mulut sehingga memicuh naiknya kemarahan warga.

“Iya (kepling yang bawa anggota FUI). Tindakan dia di luar etika sebagai kepala lingkungan,” kata Indra Mulia, Kamis 8 April 2021, seperti dikutip dari detik.com.

Baca: Na’udzubillah! Ormas FUI Ludahi Warga saat Bubarkan Petunjukan Seni, 15 Saksi Diperiksa

Lebih lanjut, Indra Mulia mengatakan bahwa Kepling meminta FUI membubarkan pertunjukan karena menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai catatan, narasi yang beredar dalam video yang viral adalah bahwa pertunjukan dibubarkan karena dianggap musryik.

“Karena ada COVID kan nggak boleh ada kerumunan,” ucapnya.

Indra Mulia pun menyebut bahwa Kepling yang tersebut tekah diberi sanksi. Namun ia tidak merinci lebih jauh.

“Kita berikan sanksi sampai nanti tingkatan yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Baca: Astaghfirullah! Ormas Islam di Medan Bubarkan Pertunjukan Seni dan Ludahi Warga

Sebelumnya, Ketua FUI Sumut, Indra Suheri juga telah buka suara atas pembubaran pertunjukan seni tersebut.

Indra Suheri juga mengatakan pembubaran dilakukan atas permintaan dari Kepling karena tidak memiliki izin.

“Lokasi kejadian itu di jalan ring road. Kebetulan kepling-nya kenal baik dengan orang FUI, jadi datanglah ke situ, karena kepling-nya tidak setuju. Karena tidak ada surat-surat yang boleh mempraktikkan jaran kepang di situ. Maka datanglah orang FUI ke situ sama kepling,” kata Indra Suheri, pada Rabu, 7 April 2021, dilansir dari Detik News.

Indra Suheri mengklaim bahwa pertunjukan itu dinminta dibubarkan secara persuasif.

“Karena nggak ada surat izin, apalagi ke kepolisian, diminta membubarkan diri secara persuasif,” sambungnya.

(Suara Islam)

Loading...