Densus 88 Ungkap Peran 24 Tersangka Teroris Kelompok MIT Poso

(Foto: dok. Humas Polri)

Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Polri menangkap 24 tersangka kasus terorisme yang tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di 3 provinsi yang berbeda yakni di Sulawesi Tengah, Bekasi, dan Kalimantan Timur.

Identitas 24 tersangka tersebut yakni MIR, BSS, ETO, MB, IS, FM, TT, SH, H, AWS, DRM, TL, AMW, MN, EA, DM, S, RK, LY, RK, ISR, MAM, K dan FS.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan peran dari 24 tersangka tersebut yakni telah melakukan kegiatan pelatihan terorisme.

Selain itu, beberapa di antaranya yakni telah berbaiat atau melakukan sumpah setia kepada pemimpin ISIS yang baru bernama Abu al-Hassan al-Hashimi al-Qurashi.

“Keterlibatan dari 24 orang tersangka yang telah diamankan dan ditangkap oleh Densus 88 yaitu secara umum mereka beberapa kali mengikuti giat idat atau pelatihan-pelatihan,” kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (17/5).

“Kemudian, telah melakukan kegiatan baiat kepada amirul mukminin. Di mana kita ketahui organisasi ISIS sudah memiliki pemimpin yang baru. Jadi, beberapa orang ini telah melakukan baiat kepada pemimpin ISIS yang baru yaitu Abu al-Hassan al-Hashimi al-Qurashi,” tambahnya.

Ramadhan mengungkapkan, para tersangka juga berperan untuk menyiapkan logistik bagi kelompok MIT Poso hingga menyembunyikan informasi terkait kegiatan kelompok tersebut.

“Kemudian, memberikan dukungan kepada kelompok MIT Poso berupa berencana bergabung bersama kelompok MIT, kemudian membantu penyiapan logistik termasuk logistik amunisi dan menyembunyikan informasi-informasi terkait dengan kegiatan MIT Poso itu sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ramadhan menjelaskan cara beberapa tersangka yang melakukan sumpah setia kepada pemimpin ISIS yang baru yakni dengan membuat video saat membaca teks sumpah yang kemudian dikirim melalui grup Whatsapp.

“Mereka melakukan baiat kepada amirul mukminin yang baru, berbaiat dilakukan secara mandiri yaitu dengan membaca teks yang dikirim oleh saudara H di salah satu grup medsos mereka. Jadi memberikan pernyataan atau baiat mereka dengan membaca teks dan dikirim melalui grup WA,” jelasnya.

Beberapa tersangka teroris yang ditangkap, kata Ramadhan, juga diketahui melakukan kegiatan pelatihan di wilayah Sulawesi Tengah.

“Mereka juga turut melakukan kegiatan idat di daerah Ampana kabupaten Tojo Una-una Provinsi Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

(Suara Islam)

Loading...