Denny Siregar: Benang Merah Munarman, FPI, ISIS dan Boko Haram

Munarman Ditangkap Densus 88 (Foto: Twitter)

Di Nigeria ada ormas agama lokal yang dinamakan Boko Haram. Nama Boko Haram berarti “Pendidikan Barat Haram”. Ormas agama ini memang sengaja didirikan tahun 2002 dengan tujuan untuk “memurnikan” Islam.

Kerjaan mereka mengganggu, menyerang dan mempersekusi hal-hal dan orang yang dianggap menyebarkan “westernisasi”.

Awalnya orang menganggap remeh organisasi lokal ini. Bahkan banyak yang mendukungnya, karena dianggap bagian dari penyebaran agama Islam.

Situasi berubah ketika Boko Haram mulai bersentuhan dengan ISIS. Mereka mendapat pendanaan dan persenjataan unlimited dari dana internasional. Maka Boko Haram yang tadinya cuman ormas lokal, berubah jadi monster yang menyeramkan.

Mereka bukan lagi mengganggu orang-orang Kristen yang dianggap sebagai agama barat, tapi juga menculik, membunuh, memperkosa bukan saja wanita tapi juga anak-anak.

Teror yang dilakukan Boko Haram itu bagian perjanjian mereka dengan ISIS, supaya nama mereka dikenal sebagai organisasi yang buat takut orang. Dan karena teror itu ISIS nobatkan Boko Haram sebagai Negara Islam Provinsi Afrika Barat. Dengan status itu, Boko Haram dapat fund yang besar dari ISIS.

Oke, kenapa saya harus cerita ini ? Karena, sesudah saya mengikuti sidang Munarman, saya menemukan pola yang sama antara FPI dengan Boko Haram.

FPI adalah ormas agama lokal yang dikenal dengan ciri kerasnya. Dan di dalam AD/ART organisasi mereka, pendirian negara agama adalah tujuan utama. Maka berkembanglah FPI menjadi ormas jalanan yang menyerang orang-orang yang tidak mempunyai pandangan yang sama dengan mereka.

Ketika Munarman gabung ke dalam, dia tawarkan diri untuk besarkan FPI dan buka hubungan dengan jaringan internasional untuk dapatkan dana besar. Rizieq tertarik dengan ide itu, sehingga dia taruh Munarman pada posisi penting di FPI. Lalu Munarman gerak dan lakukan baiat kepada ISIS dimana-dimana.

Baiat itu penting sebagai bukti bahwa mereka setuju bergabung dengan ISIS. Ini seperti “menjual jiwa kepada iblis” dimana yang sudah berbaiat atau nyatakan kesetiaan, tidak bisa mundur lagi atau dihukum mati. Munarman lakukan baiat dimana-mana, bahkan dia hadir dalam acara baiat di Makassar.

Dari hasil baiat di Makassar dan beberapa tempat inilah, bom-bom bunuh diri disebar ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai ke Filipina. Untuk bisa menjadi anggota ISIS, maka FPI harus menunjukkan bukti bahwa mereka sudah melakukan teror.

Tapi Munarman pintar. Dia memakai strategi memutar. Teror bom bunuh diri itu tidak dia kaitkan dulu dengan FPI. FPI digerakkan dulu lewat jalur politik dengan mendukung gerakan 212 bahkan sampai gerakan mendukung calon di Pilpres.

Sedangkan teror bom bergerak dengan jalur lain.

Sumber: https://twitter.com/dennysirregar7/

(Suara Islam)

Loading...