Cuitan Jokowi Soal Muazin Dibully, TGB Beri Jawaban Menohok

TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) (Lamhot Aritonang/detikcom)

Akun Twitter Presiden Joko Widodo yang mengabarkan pelaksanaan sholat id di Istana Negara mendapat banyak kritikan dari warganet.

Jokowi mengatakan seorang anggota Paspampres bertindak sebagai muadzin, imam dan khatib.

“Salat Iduladha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres.

Lantas netizen ramai-ramai mengomentari cuitan kata muadzin di Twitter Jokowi.

Netizen menyebut selama ini sholat Idul Adha tidak pernah ada yang mengumandangkan adzan sehingga tidak perlu muazin.

Tuan Guru Bajang (TGB) buka suara dan memberi penjelasan terkait cuitan Presiden Jokowi soal muazin sholat idul adha.

Menurut TGB memberi penjelasan karena banyak yang mengirim pesan kepadanya.

“Banyak komen terkait kata ‘muazin’ dalam postingan Pak Jokowi @jokowi di twitter. Tidak sedikit yang membully dan mentertawakan. Alasannya, tidak ada azan dalam shalat Id sehingga tidak perlu muazin.

TGB menjawab dan mengutip tulisan Imam Nawawi RA dalam Al-Majmu, salah satu kitab babon dalam fikih Syafii.

“’Imam Syafii dan Ashab (para tokoh utama Mazhab Syafii) mensunnahkan ucapan : Ash-shalatu jamiah (saat shalat id), berdasarkan qiyas dengan shalat gerhana. Imam Syafii mengatakan dalam bukunya Al-Umm, “Aku suka apabila Imam memerintahkan Muazin untuk menyerukan di shalat Id dan shalat lain yang dilaksanakan secara berkumpul, “Ash-Shalatu jamiah’, ujar TGB

Lebih lanjut, kata TGB, Jadi istilah Muazin juga dipakai dalam shalat Id, hanya saja yang diserukan bukan azan yang biasa namun ucapan “Ash-Shalatu jamiah”. Dan inilah yang diamalkan selama ini.

Terakhir, TGB member pesan kepada semua masyarakat agar beragama dengan kejernihan dan kerendahan hati, jauhkan diri dari sifat gampang menyalahkan apalagi menghina orang lain. Siapapun itu. Apalagi jika masih fakir ilmu.

(Suara Islam)

Loading...