Beranda Opini Halaman 179

Opini

Kenapa Raja Arab Saudi dan rombongannya ke Bali bukan ke lombok yang dikenal pariwisata syariah? Pertanyaan ini muncul di benak saya, sebagai orang yang suka memperhatikan isu pariwisata, malah senang bahwa nama Bali memang sudah familiar dibanding nama Indonesia, bagus buat pariwisata kita, promosi gratis. Tapi ini juga jadi sinyal merah...
Bahkan di grup whatsapp, gencar pernyataan untuk tidak men-shalatkan muslim yang mendukung Ahok sebagai Gubernur DKI. Dasar berfikir mereka adalah surat At-taubah 84 yang terjemahannya, "Janganlah engkau (Muhammad) menshalatkan seseorang yang mati di antara mereka (orang munafiq) selama-lamanya dan janganlah Anda berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka itu kafir...
Ini bukan surat terbuka, tulisan ini hanyalah catatan imajinasi saya untuk tulisan mas Pandji Pragiwaksono berjudul "Saya dibayar Anies Baswedan" Awalnya saya mengira tulisan itu sebagai sebuah klarifikasi ringan dan renyah dari sang Juru Bicara, sekaligus bentuk peng-iya-an -- istilah yang lebih pas mengganti kata terserah -- mas Pandji menjawab...
DKI bisa buat malu Indonesia karena basuki hehehe.. ketahuan bukan orang DKI kan yg ngomong ? Kalau orang DKI sudah lebih dari 5th pasti tahu susahnya berjalan kaki di DKI yg dulu. Trotoar nga jelas bentuknya, jalan kaki ajah kalau nga hati2 bisa jatuh dan kesleo. Trotoar sempit, pejalan kaki...
Belakangan beredar luas di dumay berbagai sepanduk, plang, atau selebaran di Jakarta dan sekitarnya tentang larangan memandikan dan menyolati mayat atau jenazah para penista agama atau pendukung penista agama, penista Al-Qur'an atau pendukung penista Al-Qur'an. Buat si mayat sih gak masalah: mau disalati kek, mau dimandikan kek, mau dispa kek,...
Kenapa saya memposting isu ini terus menerus? Karena bagi saya kedegilan seperti ini makin tidak lucu. Makin memuakkan. Hanya untuk kepentingan politik, mereka menolak kewajiban yang Allah perintahkan. Kewajibannya kepada sesama muslim untuk mengurus jenazah tetangganya. Mereka tunggangi mesjid untuk kepentingan politik. Mereka menjadikan masjid sebagai sarana intimidasi kepada yang berbeda...
KH Said Aqil Siradj berbicara mengenai pemimpin apa yang seharusnya dipilih. Jika ada dua pilihan, antara pemimpin yang muslim dan non muslim, manakah yang harus dipilih? Itulah pertanyaan dasarnya. Jawaban beliau adalah dengan melihat manakah dari kedua calon itu yang memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin; yakni menegakkan keadilan bagi...
Setelah pilkada DKI putaran pertama selesai, kini tinggal tersisa dua calon gubernur yang akan bersaing di Pilkada putaran kedua. Persaingan di putaran berikutnya pastilah lebih ketat. Begitu pula, para pemilih pun pastinya akan lebih selektif dan berhati-hati dalam memberikan suara mereka. Yang tersisa kini adalah dua opsi: antara gubernur...
Saya curiga dengan hiruk pikuk pilkada DKI. Maksudnya? Tuhan sebetulnya sedang menegur umat Islam. Lha, emang kenapa? Tapi umat Islam tak mampu memahami isyarat dari Tuhan. Saya agak ragu dengan kata isyarat. Sebab begitu gamblang. Tidak implisit lagi. Jelas, nablak dan terang teguran Tuhan pada umat Islam. Apanya? Ayo satu-satu...
Banjir Jakarta, di satu sisi merupakan cela bagi seorang penguasa, kesusahan sementara bagi rakyatnya. Tapi di sisi lain merupakan berkah politik bagi penantang petahana dan berkah ekonomi bagi rakyat yang kebanjiran. Banjir jadi berkah politik karena dengan adanya banjir, sang penantang bisa menunjukkan bahwa petahana tidak becus dalam bekerja. Banjir...
Password Reset
Please enter your e-mail address. You will receive a new password via e-mail.