Buya Syafii Kritik Seminar “Pemakzulan Presiden” yang Digelar Din Syamsudin Dkk

Webminar diskusi soal pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang digelar oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) mendapat kritik dari Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif.

Acara tersebut diikuti sejumlah pembicara, yakni Ketua Dewan Pertimbangan MUI PUsat Din Syamsuddin, Ketum MAHUTAMA Aidul Fitriciada, Direktur Eksekutif KJI Ahmad Redi, dan guru besar FH Unpad Susi Harijanti.

Menurut Buya dimasa pandemi Corona (Covid-19) seharusnya semua anak bangsa harus saling bekerja saya melawan Covid-19.

“Dalam situasi sangat berat yang sedang dipikul oleh bangsa dan negara Indonesia, kita semua perlu bahu membahu untuk mencari jalan keluar dan menenangkan publik sambil memberi masukan kepada pemerintah agar bekerja lebih kompak dan sinergis,” ungkap Buya Syafii dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020).

Hal ini diungkap oleh mantan Direktur Maarif Institute, Fajar Riza Ulhaq kepada wartawan. “Itu adalah keterangan dari Buya Syafii. Beliau mempersilakan untuk dikutip,” kata Fajar.

Menurut Buya, diskusi soal pemakzulan terhadap presiden yang diadakan Mahutama sangatlah tidak bijak apalagi dikaitkan dengan masalah konstitusional lantaran berpotensi menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

“Amatlah tidak bijak jika ada sekelompok orang berbicara tentang pemakzulan presiden yang dikaitkan dengan kebebasan berpendapat dan prinsip konstitusionalitas,” kata Buya.

“Kita khawatir cara-cara semacam ini akan menambah beban rakyat yang sedang menderita dan bisa juga menimbulkan gesekan dan polarisasi dalam masyarakat,” sambungnya.

(suaraislam)

Loading...