Buka Peluang Eks Napi Terorisme Kerja di BUMN, Guntur Romli Kritik BNPT

Pernyataan Kepala Badan Nasional dan Penganggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius terkait Eks napi teroris bisa bekerja di BUMN mendapat kecaman dan kritik dari warganet.

Sebelumnya diberitakan seperti dikutip dari cnnindonesia.com, BNPT akan membuka kemungkinan untuk bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempekerjakan mantan teroris agar menjauh dari radikalisme.

Suhardi menambahkan bahwa BNPT bekerjasama dengan Yayasan Pelita Harapan Bangsa (YPHB) untuk membantu mantan teroris di Indonesia. Mereka akan membuat program khusus agar mantan pelaku radikalisme mudah mendapat pekerjaan.

“Kalau sudah baik kenapa tidak [ke BUMN]? Jadi kami kan yang ikut dampingi mereka,” kata Suhardi, di Jakarta, Minggu (9/2) seperti dikutip dari cnnidonesia.com

Pernyataan Kepala BPNT tersebut mendapat komentar dari pegiat media sosial yang juga Politisi PSI, Guntur Romli. Melalui akun twitter @gunromli, Guntur Romli ikut berkomentar terkait rencana BUMN yang akan memberikan akses kepada (mantan) terorisme untuk bekerja di perusahaan pemerintah tersebut.

“Jadi nanti kalau kamu mau kerja di BUMN jadi teroris dulu ya, makin amburadul ini Negara”, tulis Guntur di akun twitternya

Cuitan Guntur Romli mendapat banyak respon dan komentar dari warganet. Akun @Hong_1211 menilai rencana tersebut sangat aneh dan tidak masuk akal.

“Makin aneh-aneh saja negara ini. Yang baik banyak dan terkadang dapat perlakuan yang kurang baik, tapi yang napi terorisme bisa kerja di BUMN , sial bener yang berkelakuan baik di negeri ini”, ujarnya

(suaraislam)

Loading...