Bom Waktu Sedekah Transaksional

Ilustrasi

Saya punya saudara yang jauh-jauh datang ke pengajian seorang ustadz terkenal. Ia dengar banyak orang yang datang ke pengajian itu untuk bersedekah. Akan tetapi ia datang bukan untuk bersedekah, tapi barangkali dapat sedekah karena kebetulan punya kebutuhan yang besar. Ia berpikir banyak dermawan yang barangkali akan membantunya di pengajian itu.

Di situ berkumpul banyak orang yang kemudian menyedekahkan hartanya setelah mendengar ceramah tentang keajaiban sedekah: apa-apa yang disedekahkan akan kembali secara berlipat ganda. Sedekah uang, dapat uang berlipat atau dihajikan secara ajaib.

Sedekah mobil dapat mobil atau rumah yang berlipat nilainya dst. Dan benar, di sana ia saksikan bagaimana orang berlomba-lomba bersedekah, ada yang uang, motor, mobil dan entah apalagi. Dilihatnya tumpukan sedekah itu di sana. Namun rupanya itu semua bukan untuk orang yang membutuhkan seperti dirinya. Ketika ia memberanikan diri untuk meminta bantuan (atau mungkin pinjaman) dari si penceramah, hasilnya nihil. Pulanglah ia naik bis dengan tangan hampa. Siapa yang dapat sedekah itu?

Sedekah-sedekah itu untuk orang yang bisa menjanjikan keajaiban sedekah itu, bukan kepada dhuafa yang bahkan ada di sekitar atau ikut pengajian itu. Tentu para dhuafa itu tidak bisa menjanjikan apa-apa seperti si penceramah. Setidaknya itulah yang disaksikan sodara saya yang kemudian tetap mencoba berpikir positif.. oh mungkin ada yang lebih membutuhkan yang akan diberi oleh si ustadz.

Itu kejadian sekian tahun lalu. Saat mendengarnya saya langsung ngelus dada sendiri, dan menduga-duga sepertinya fenomena ini akan jadi bom waktu. Suatu saat akan banyak orang kecewa karena sedekahnya tidak menghasilkan apa¬≤. Makin banyak yang kecewa, makin besar kemungkinan meledak. Dan… booom…

Saya yakin banyak orang bertanya, yang salah siapa? Yang ceramah atau yang sedekah? Wallahu a’lam.

Alim

Sumber: https://www.facebook.com/580599333/posts/10159720280774334/

(Suara Islam)

Loading...