Berita Baik untuk Pendukung Ahok Djarot di Putaran Kedua

Ada yang lemes karena harus masuk putaran ke-2? Hehehe… ekspektasinya terlalu berlebihan sih, karena hasil survei-survei 4 hari sebelum pencoblosan suara Ahok Djarot kan masih berkisar 38-40%. (Cek survei terakhir Populi, SMRC, Charta, Indikator) yaaa kalau berharap 1 putaran sangat sulit, tapi dengan pemilihan 15 Februari 2017, Ahok Djarot memperoleh 43% loh, berarti tetap ada kenaikan. Tren nya tetap naik, maka tetap lah banyak-banyak bersukur. ?✌

Saya mengerti dan merasakan pendukung Ahok Djarot lelah, karena dihajar banyak isu, difitnah macam-macam, tidak hanya di media sosial, yang lebih buruk para relawan di lapangan, yang mendapatkan kekerasan verbal dan fisik secara langung. Kerja keras, perlawanan dan pembelaan pendukung Ahok Djarot tidak hanya saat kampanye Pilkada DKI, tapi jauh sebelum itu, sejak lama. Masih ingat lawan begal APBD yang dikomandoi Teman Ahok? Masih ingat saat Ahok dijegal mau naik dari wakil gubernur ke gubernur tahun 2014? Iya, 2.5 tahun lalu, gak terasa kita bersama Ahok Djarot.

Sedangkan putaran ke-2 hanya 2 bulan lagi, kita akan memastikan kemenangan untuk Ahok Djarot dan untuk Indonesia, untuk kebhinekaan, untuk keutuhan bangsa ini yang tidak boleh dipecah-pecah karena provokasi agama seperti Iraq, Suriah dan Mesir.

Kita hanya diminta untuk bekerja lebih keras, cermat, jangan lengah dan jangan mengulangi kesalahan pada putaran pertama. Kita lihat kantong-kantong suara Ahok Djarot diganggu, khususnya di Jakarta Barat dan jakarta Utara. Angka golput 1.5 juta lebih, ini pastilah banyak yang tidak bisa memilih dan dihalang-halangi memilih bukan karena ingin golput.

Maka, bagi pendukung Ahok Djarot pastikan nama anda sudah masuk DPT, dapat undangan memilih, kalau belum dapat harus tagih dan tanya ke RT. Ayo proaktif, jangan menunggu, jangan baru ribut saat hari pencoblosan. Datang pagi-pagi ke TPS untuk antisipasi hal-hal yg tidak diinginkan. Dari evaluasi Timses akan ada hotline langsung ke Timses Badja yang akan langsung menerima laporan dan meluncur ke lokasi yg bermasalah.

Pastikan juga nanti pengamanan dan keamanan TPS, khususnya saksi-saksi. Lebih baik lagi habis nyoblos tidak pulang, tapi ikut menunggu dan mengawal perhitungan suara. Pastikan tidak ada kecurangan.

Mulai detik ini ayo “kampanye” kiri kanan, door to door, rebut hati warga, yakinkan mereka Jakarta akan lebih baik di tangan dua pasangan Ahok Djarot yang sudah bekerja keras dan terbukti. Mereka berdua hanya membutuhkan tambahan waktu untuk mengabdi. Hanya butuh dukungan suara untuk Jakarta lebih baik. Warga yang penuh otak, perut, dompet dan hatinya.

Kita hanya perlu bekerja keras lagi hanya 2 bulan, karena memang harapan dan keyakinan bahwa Basuki Djarot akan menang. Harapan itu sesuai dengan kenyataan dan perkembangan yang ada di lapangan saat ini:

1. Pendukung Anies Sandi tidak akan naik, karena “mentok” di situ angka 40%. Itulah level tertinggi yang memang anti Ahok (pemilih irasional dan emosional), kelompok ini tidak bertambah tapi malah bisa berubah dengan pendekatan-pendekatan yang manusiawi. Jangan meladeni dan pakai isu SARA di lapangan, tapi isu kemanusiaan: KJP, KJS, KJP Mahasiswa, RPTRA, Puskesmas, Pelayanan Publik/kelurahan yang terus membaik, Pasukan Oranye/Biru, transportasi publik, dllnya. Ingatkan meskipun mereka tidak suka Ahok, mereka tetap punya hak untuk memperolehnya, sampaikan ke mereka, meski kita beda pilihan jangan sampai ada permusuhan, ya sukur-sukur mereka mau mengubah pilihan dengan cara-cara yg lembut dan arif.

2. Ahok Djarot akan menerima limpahan suara muslim tradisionalis, yang pada putaran pertama mereka ke Nomer 1, karena faktor PKB dan NU. Kita sayangkan kenapa PKB bisa “lepas” ke nomer 1, padahal parpol-parpol pendukung Ahok adalah parpol-parpol pendukung Pemerintah Jokowi, termasuk PKB, tapi saat ini tak perlu ribut lagi. Ada perbedaan yang sangat kontras dalam corak keberagamaan dan keberislaman antara muslim tradionalis yg rahmatan lil alamin dari NU dan PKB dengan PKS, Wahabi, salafi dan garis keras yang mendukung Anies.

Karena kalau dilihat segala macam-macam ribut dan konflik berdarah-darah di Timur Tengah, dari Mesir dengan Ikhwanul Muslimin; Suriah, Iraq, Libya yang berhaluan Salafi, Wahabi dan ISIS, maka NU dan PKB sebagai pasak bumi Nusantara, tidak akan tinggal diam. Mereka sudah cerdas dan arif menentukan pilihan demi masa depan bangsa ini. Mereka akan datang sebagai pahlawan yang akan menyelamatkan negeri ini. Ini sudah kondisi darurat. Kemenangan Anies ini sama dengan kemenangan PKS, yg akan mengulangi kemenangan Ikhwanul Muslimin di Mesir yg akhirnya memantik perpecahan yang dampaknya masih terlihat dan terasa di sana.

Bagi kalangan muslim tradisionalis sebagai muslim yang punya sejarah panjang di negeri ini yang ikut melahirkan NKRI, mereka lah nasionalis sejati. Mereka punya senjata ampuh yang tidak dipunyai kelompok-kelompok lain, bahwa cinta pada tanah air tidak hanya sekedar patriotisme semata tapi juga sebagai panggilan iman dan jihad. Mereka tidak akan rela Indonesia dipecah-pecah dengan alasan apapun.

Relasi muslim tradisionalis yang nasionalis ini sudah nyata dalam (1) Proklamasi 17 Agustus 1945, (2) penerimaan Pancasila pada 18 Agustus 1945 yang menolak Piagam Jakarta, (3) Jihad 10 November 1945, (4) Dekrit Presiden Soekarno kembali ke UUD 45 tahun 1959, dan  (5) Reformasi 1998 dan Penolakan Kembali Piagam Jakarta tahun 1999-2000.

Maka, Ahok Djarot harus lah sadar kekuatan kelompok ini, jangan main-main apalagi sampai dianggap meremehkan, Ahok Djarot harus proaktif pada kelompok-kelompok ini. Meskipun secara ideologi, kalangan nasionalis dan muslim tradisionalis (Djarot Nahdliyin dari Blitar) sangat dekat, Ahok Djarot tetap harus proaktif merangkul kelompok ini, selama ini ada kesan “saudara yg hilang”. Inilah momen persaudaraan dalam kebangsaan dibangun kembali, baik kalangan nasionalis yang peduli wong cilik dengan nasionalis religius yang sudah melahirkan, merawat, menjaga dan mempertahankan NKRI.

3. Kasus hukum dakwaan penodaan agama terhadap Ahok akan semakin baik citra dan persepsi publiknya. 2 bulan mendatang adalah giliran saksi-saksi fakta dan saksi ahli:agama, bahasa dan pidana dari pihak Ahok. Semua kesaksian akan berpihak pada Ahok yang sama sekali tidak melihat adanya unsur penghinaan agama Islam. Ya memang tidak ada, bagaimana disebut menghina, Ahok punya keluarga angkat muslim, dua kakak angkatnya muslim yang taat yang sangat setia hadir dalam setiap persidangan.

Ahok sering ziarah ke makam Ibu angkatnya, Ahok bangun masjid-masjid, memberikan KJP untuk madrasah-madrasah, dllnya (yang Ahok sendiri tidak mau cerita karena takut dianggap “pamer”).

Sejak dimulai saksi-saksi pelapor di persidangan Ahok yang terbukti memberikan saksi-saksi palsu, dan mereka dilaporkan balik ke polisi, opini publik juga berubah, bahwa kasus ini murni kriminalisasi dan kasus politik untuk menjatuhkan Ahok. Bahkan saksi-saksi fakta dari Kepulauan Seribu yang didatangkan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) kesaksiannya menguntungkan Ahok, menurut mereka tidak ada masalah di Kepulauan Seribu dan tidak ada yang menganggap ada penodaan agama. Nah, hal ini akan semakin ditegaskan oleh saksi-saksi fakta dan saksi-saksi ahli dari pihak Ahok nantinya yang menjelaskan tidak adanya unsur penodaan agama yang didakwakan ke Ahok.

4. Namun harapan-harapan itu tidak akan terwujud dalam hasil yang positif yakni kemenangan Ahok Djarot tanpa kerja keras, cermat dan cerdas kita di LAPANGAN. Pertempuran kita sesungguhnya adalah MEDAN DARAT. Kantong-kantong suara Ahok Djarot sudah jelas, maka pertahankan dan tingkatkan! Dan rebut suara-suara di kantong-kantong lawan. Mari pastikan kemenangan di Putaran ke-2. Kita “dikeroyok” di Putaran Pertama saja masih menang, apalagi dalam Putaran ke-2 satu lawan sudah tersingkir dan kini hanya menghadapi satu lawan saja yang artinya kerja kita lebih ringan dan bisa lebih fokus.

Para pemilih yang berbeda pilihan dari kita adalah saudara-saudara kita juga. Mari kita kembalikan saudara-saudara kita ke pangkuan Ibu Pertiwi, kecintaan pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

Perbanyak relawan darat, perbanyak program-program di darat, mulai pendekatan kanan-kiri, dari pintu ke pintu. Pengaruhi dan lipat gandakan dukungan.

Semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa merestui perjuangan kita.

#PerjuanganBelumSelesai ?✌

Abd Wahhab Hasbiyallah

Loading...