Benturkan Reklamasi dengan Kepentingan Agama, Tokoh Lintas Masyarakat Sentil Anies

Gubernur DKI, Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri)

Tokoh Lintas Masyarakat Jakarta Utara Sandi Suryadinata meminta agar izin perluasan kawasan atau reklamasi pantai Ancol tidak dibenturkan dengan kepentingan agama dan umat.

“Alasannya akan dibangun museum sejarah Rasullulah yang sakral dan suci, kemudian harus berdiri pengingkaran janji seorang pemimpin untuk menolak reklamasi,” kata Sandi di pantai Ancol, Minggu.

Sandi menegaskan reklamasi itu merupakan perusakan lingkungan dan bentuk penyelewengan dari salah satu janji kampanye Anies Baswedan untuk menolak reklamasi. Janji politik Anies saat kampanye Pilkada membuat masyarakat memberikan amanah memimpin Jakarta, karena dianggap berbeda dengan saingan politik lainnya.

“Jangan apa-apa bawa nama muslim. Untuk museum berapa hektar. Sisanya untuk kepentingan ekonomi dan politik,” tegas Sandi.

Sandi menyatakan masyarakat di Jakarta Utara masih berharap Gubernur Anies dapat mencabut surat keputusan tersebut sebagai pembuktian akan janji kampanye. Selain itu, Anies dapat membuktikan jika proses politik benar-benar sehat tanpa adanya intervensi dari siapa pun.

Hal senada disampaikan tokoh pemuda Gerakan Bangun Jakarta Utara Kemal Abubakar yang menyatakan reklamasi Ancol untuk jumlah keseluruhan 155 hektar. Jika semua lokasi itu dibangun museum dan masjid, masyarakat tidak akan menolak.

(Suara Islam)

Loading...