Banser Benteng Ulama

Ilustrasi, Foto ini diambil ketika Syekh Ali Jaber sedang berada di Jember sebagaimana penuturan Gus Miftah bahwa Syekh Ali Jabir akan mengunjungi dua tempat, yakni ke Jember dan Malang. (Foto; laduni.com)

Konsistensi Banser menjaga ulama serta sumbangsihnya terhadap bangsa dan negara jangan pernah diragukan lagi ,meskipun banyak yg mencaci maki, fitnah dan sebagainya bahkan dari kelompok-kelompok yg terinfiltrasi pemahaman radikal non aswaja.

Dari histori perjalanan Banser mulai dari, merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan perannya sangat diperhitungkan keberadaannya baik di dalam negeri maupun di dunia internasional. Sehingga mudah diterima dan terbukti di beberapa negara telah terbentuk satuan Banser dan mendapat pengakuan dari negara.

Banser merupakan paramiliternya Ansor yang merupakan Banom NU. Selalu eksis mengawal para ulama dan berkontribusi besar dalam ikut menjaga kedamaian dan kerukunan umat beragama. Banser selalu berkhidmat untuk agama bangsa dan negara. Banser bukanlah preman liar yang seenaknya saja melakukan perbuayan mungkar atasnama agama. Banser selalu patuh pada ulama yg memang ulama derajatnya, tanpa pilih-pilih ulamanya, Habaibnya, ustadznya yg memang diakui derajat ke ustadzannya terlepas dari perbedaan warna politiknya.

Bagi Banser adalah suatu kewajiban dan tanggung jawab selagi itu bukanlah Ulama, Kyai, Habaib, Ustadz GADUNGAN saja.

Menjadi Banser merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang Banser, walau tidak digaji, harus beli seragam sendiri tapi dengan manut dan khidmat terhadap ulama aswaja tiada lain tiada bukan hanya berharap berkah dari pewaris para Nabi itu.

Semoga Banser Selalu Jaya

Adjid Khan

Sumber: https://www.facebook.com/adjidkhan.khan/posts/859277754877869

(Suara Islam)

Loading...