Bahaya Konten Media Ektrimis terhadap Kebhinekaan

Ilustrasi Kelompok Teror di Media Sosial (Foto: bengkuluinteraktif.com)

Bagi kelompok teroris, publisitas di media sangat penting karena itu adalah tolak ukur keberhasilan propaganda media atas aksi mereka, walaupun tingkat keberhasilannya masih tergantung pada sejauh mana tekanan ketakutan bisa mempengaruhi aspek psikologis masyarakat. Semakin massif pengaruh tekanan tersebut, maka itu menunjukkan keberhasilan yang tinggi dalam melakukan dengan propaganda media yang mengatasnamakan Islam dan aksi teror.

Publisitas teror merupakan komunikasi politik yang menyimpang dari koridor konstitusional. Para teroris melakukan propaganda media masa dan mempublikasi aksinya untuk mendapat simpati publik, meruntuhkan moral musuh, mendemonstrasikan kekuatan, menebar ketakutan dan menciptakan prahara. Dalam relasi yang demikian, publisitas kelompok teroris kemudian tak boleh sekadar dipandang sebagai bentuk kekerasan belaka, namun harus dimaknai sebagai kombinasi antara propaganda dan kekerasan.

Pada sisi yang lain, nilai manfaat media massa pun masih diakui dan diterima dengan baik oleh masyarakat luas hari ini. Maka tak aneh kalo banyak penggiat media yang terjebak dan terpengaruh terutama karena banyak sekali media-media kelompok teror yang mampu mengolah konten menjadi styalis dan isinya sangat menarik bagi penggiat media.

Maka harus di sadari bahwa, peta aktivitas terorisme dan peta posisi peran media mereka harus terus menerus di monitoring. Pasalnya realitas itu akan menuntun pada suatu garis relasi bahwa karena terorisme dan media massa begitu terjalin massif, maka akan bisa memecah belah semangat kebhinekaan.

Atas dasar kesadaran ini, perencanaan terhadap media masa dalam kontra narasi propaganda terorisme menjadi hal yang wajib dilakukan. Hal itu penting agar kita bisa lebih mudah melakukan sesuatu yang memberi manfaat pada berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pihak pihak lain untuk bertindak cepat dalam upaya mengantisipasi dan menentang gerakan terorisme di media masa.

Berdasarkan tulisan ini, verifikasi dan montioring konten berita online dan televisi di era konvergensi menjadi begitu penting dan menentukan. Terutama jika menyangkut dengan media media yang dikembangkan mereka dan cara mereka mengkampanyekan gerakan dan mempublikasikan aksi terorisme. Karena jika berita yang disampaikan berisi penyesatan, hoax dan pembohongan, maka kondisi masyarakatlah yang terkena imbasnya. Bisa jadi kondisi menjadi begitu mencekam dan masyarakat mengalami ketakutan yang luar biasa karena sesungguhnya media yang di buat oleh kelompok terorisme ini merupakan aksi brutal yang dapat mengancam nyawa seseorang kedepannya.

Mumu Muhammad

Sumber: https://carubannusantara.or.id/bahaya-konten-media-ektrimis-terhadap-kebhinekaan/

(Suara Islam)

Loading...