Astaghfirullah! Tuding BMKG Keliru Ramal Hujan Ekstrim, Hidayat Nur Wahid Disemprot Netizen

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Cuaca ekstrim terjadi di awal tahun 2020. BMKG memprakirakan dalam periode tanggal 5 hingga 12 Januari potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Melalui website https://www.bmkg.go.id/, BMKG menghimbau Masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin dsb.

Untuk mengantisipasi terjadinya hujan ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 10-12 Januari 2020, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT) BPPT melalui Tim Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bekerja sama dengan BNPB, TNI AU, dan BMKG melakukan operasi modifikasi cuaca selama 24 jam pada 10-13 Januari 2020 untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut.

Dikutip dari kompas.com, Tri Handoko Seto Kepala BBMTC dan BPPT menjelaskan bahwa proses modifikasi cuaca ini berupa proses untuk membuat hujan yang jatuh di Jakarta dan sekitarnya tidak menjadi deras.

“Hujannya itu dijatuhkan dulu sebelum masuk Jabodetabek. Awan itu kan bergerak dari lautan ke daratan. Selama bergerak itu kalau dibiarkan hujan di Jabodetabek,” kata dia. Melalui modifikasi cuaca, hujan dibuat terjadi dulu di lautan sebelum masuk ke daratan Jabodetabek sehingga hujan deras di daratan bisa diminimalisir”, Tambah Seto.

Namun, keberhasilan proses modifikasi cuaca tersebut dipahami keliru oleh Politisi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW). Dalam akun twitternya @hnurwahid, HNW mentuit bahwa apa yang diramalkan oleh BMKG soal terjadinya cuaca ekstrim ternyata tidak terbukti. Bahkan HNW menuding BMKG telah berkali-kali melakukan kesalahan dalam ramalan cuaca.

“Ber-kali2 BMKG salah;yg diramal hujan extrim, tak ada hujan, yg tak diramal hujan extrim malah curah hujannya terdahsyat. Tapi uniknya nggak ada yg lakukan class action ke BMKG. Tapi class actionnya kpd AniesB. Sekalipun yg paling terdampak banjir adalah Provinsi Jabar&Banten”, cuit HNW di akun twitternya.

Cuitan HNW mendapat sindiran keras dari netizen, karena ia hanya bisa nyinyir padahal dia sendiri tidak update berita soal modifikasi cuaca tersebut.

(suaraislam)

(suaraislam)

Loading...