Astaghfirullah! Roy Suryo Bikin Ricuh Persidangan gegara Diduga Bawa HP

Sidang Roy Suryo dalam kasus dugaan ujaran kebencian terkait SARA hingga penistaan agama terkait kasus meme stupa Borobudur sempat ricuh. Hal itu karena diduga Roy Suryo membawa HP, tetapi terdakwa maupun pengacaranya menolak HP-nya diperiksa.

Diketahui hari ini sidang Roy Suryo beragendakan pemeriksaan saksi di PN Jakbar. Salah satu saksi yang dihadirkan adalah Yongki Kurniawan Santoso, yang merupakan saksi pelapor.

Adapun kericuhan itu terjadi antara tim pengacara terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang. Keributan itu bermula saat pihak saksi dipertanyakan soal bukti oleh tim pengacara terdakwa, sehingga tim pengacara Roy Suryo meminta agar HP saksi diberikan kepada pengacara Roy Suryo untuk diperiksa.

“Yongki Kurniawan Santoso selaku pelapor hari ini dimintai keterangan sebagai saksi, namun di persidangan kali ini sempat terjadi sedikit kericuhan antara tim jaksa penuntut umum dengan tim kuasa hukum terdakwa (RS). Tim kuasa hukum ingin meminta bukti kepada saksi dan meminta HP saksi diberikan kepada tim kuasa hukum terdakwa,” kata Ketua Umum Dharmalala Nusantara, Kevin Wu, dalam keterangannya, Senin (14/11/2022).

“Akan tetapi majelis hakim melarang tim kuasa hukum untuk meminta HP saksi, akhirnya tim kuasa hukum emosi dan terjadilah kericuhan saat majelis hakim meminta kepada tim kuasa hukum agar terdakwa dilarang membawa HP dalam persidangan, karena didapati terdakwa menggunakan HP saat persidangan berlangsung,” sambungnya.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Ade S mengatakan keributan itu dipicu oleh terdakwa diduga membawa handphone. Namun Roy Suryo maupun pihak kuasa hukumnya tidak bersedia HP-nya diperiksa.

“Iya terdakwa dan PH menolak menyerahkan HP untuk diperiksa oleh majelis hakim,” kata Ade.

“Kericuhan terjadi karena tim JPU mendapati terdakwa menggunakan HP di persidangan, namun pada saat HP tersebut hendak diminta untuk diperiksa baik oleh tim JPU maupun majelis hakim, terdakwa maupun penasehat hukumnya bersikeras menolak,” tuturnya.

Pengacara Roy Suryo, Mustaris, menanggapi sidang yang sempat ricuh. Dia pun menjelaskan pangkal perselisihan dalam sidang itu.

“Tim kuasa hukum terdakwa minta barang bukti HP dari rekan pelapor yang dijadikan alat bukti dari tangkapan layar atas postingan terdakwa sebagai dasar laporan polisi pelapor untuk dibuka dimuka persidangan,” kata Mustaris saat dihubungi terpisah.

“Yang menjadi pangkal perselisihan antara jaksa dan penasihat hukum adalah hal yang berbeda, terkait HP milik penasehat hukum yang dipinjam untuk melihat sendiri guna pertanyaan yang akan dilayangkan kepada saksi pelapor,” jelasnya.

(Suara Islam)

Loading...