Astaghfirullah! Petinggi dan Anggota KAMI Jabar Diperiksa dalam Kasus Pengeroyokan

Ilustrasi, Petinggi KAMI Gatot Nurmantyo hingga Din Syamsuddin ke Bareskrim usai penangkapan 8 orang KAMI. (Foto: Kadek Melda Luxiana/detikcom)

Petinggi hingga anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat diperiksa Polda Jabar berkaitan dengan kasus pengeroyokan anggota polisi.

“Untuk penambahan tersangka sementara belum, penyidik dari Polda Jabar sedang melakukan pendalaman,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat ditemui di Karang Setra, Kota Bandung, Jumat (15/10/2020) seperti dikutip dari detik.com.

Menurut Erdi, penyidik tengah mendalami kaitan pelaku lain dalam aksi pengeroyokan itu. Sehingga, kata dia, tak menutup kemungkinan akan muncul tersangka baru.

“Kami yakin ini tidak dilakukan oleh mereka saja, mungkin bisa dikembangkan dan Insya Allah dalam waktu dekat akan ditentukan tersangka,” ujarnya.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar sendiri sudah memeriksa enam orang saksi dari KAMI. Enam orang yang diperiksa terdiri dari petinggi hingga anggota KAMI.

“Itu enam orang dilakukan pemeriksaan di Polda Jabar dimulai dari pukul 10 pagi kemudian kemarin itu kita mendapat informasi bahwa mereka itu baru selesai kurang lebih jam 5 sore. Ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh penyidik kepada para petinggi dari KAMI yang terdiri dari presidium kemudian bendahara kemudian simpatisan, yang jelas enam orang dilakukan pemeriksaan kemarin,” tuturnya.

Erdi tak bisa menjelaskan terkait substansi dari pemeriksaan. Namun yang pasti, kata dia, pemeriksaan itu berkaitan dengan aksi penganiayaan.

“Untuk masalah substansi penyidikan, kita belum tahu ya, yang jelas petinggi-petinggi itu kenapa dilakukan pemeriksaan karena diduga mengetahui, jadi khususnya terkait dengan penganiayaan anggota polri, jadi di lokasi di Jalan Sultan Agung itu diduga mereka mengetahui makanya dilakukan pemanggilan untuk diminta keterangan, apakah yang bersangkutan itu mengetahui kejadian tersebut dan sejauh mana keterlibatannya,” kata dia.

Seperti diketahui, seorang anggota polisi berpakaian preman disekap dan dianiaya demonstran ricuh saat demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Anggota polisi Brigadir A itu dianiaya menggunakan sekop dan batu.

“Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Erdi mengatakan polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan penelusuran. Polisi lalu mendapati Brigadir A dianiaya di sebuah bangunan di Jalan Sultan Agung.

Polisi kemudian menangkap 7 orang yang kemudian dijadikan tersangka. Dari tujuh orang, tiga orang di antaranya ditahan. Ketiganya yakni DR, DH dan CH.

“Tiga orang tersangka ditahan dan empat orangnya tetap berstatus tersangka,” katanya.

Sementara itu, KAMI Jabar melalui Koordinator Lapangan Robby Win Kadir mengungkapkan ketiga orang yang diamankan tersebut merupakan simpatisan KAMI.

“Dia simpatisan, tapi anggota KAMI ini bisa dalam bentuk organisasi atau perorangan yang bersimpati terhadap KAMI dalam rangka kegiatan-kegiatan penyelamatan bangsa dan kemanusiaan. Itu simpatisan,” tuturnya.

(Suara Islam)

Loading...