Astaghfirullah! Novel Bamukmin Lecehkan Kiai Said Aqil dan NU, Guntur Romli Buka Suara

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin dihujat dan dicibir warganet, khususya warga NU terkait pernyataannya bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj tidak lagi didengar oleh sebagian warga nahdliyin.

Sebelumnya, Novel Bamukmin mengomentari pernyataan Said Aqil Siradj terkait dengan usulan RUU BPIP, Bamukimin menuding bahwa itu bukan merepresentasikan suara umat Islam secara keseluruhan di Indonesia.

“Dan perlu diingat SAS (Said Aqil Siradj) bukan mewakili umat Islam,” ujar Novel seperti dikutip dari Tagar, Sabtu, 4 Juli 2020.

“Bahkan yang saya sempat dengar bahkan di NU-nya sendiri SAS sudah lama tidak didengar oleh sebagian warga nahdliyin itu sendiri, baik secara struktural, maupun secara kultural,” kata Novel Bamukmin.

Pernyataan Novel mendapat respon dari aktivis muda NU, Mohamad Guntur Romli. Guntur menilai pernyataan Novel Bamukmin yang telah melecehkan Ketum PBNU, KH. Said Aqil Siroj. Tidak hanya itu, Guntur Romli menganggap Novel Bamukmin juga melecehkan NU secara keorganisasian dengan menyebut suara Kiai Said sudah tidak didengar warga nahdliyin, baik secara struktural maupun kultural.

“Pernyataan Novel Bamukmin bisa dianggap melecehkan Kiai Said dan NU sebagai ormas mayoritas terbesar di Indonesia, bahkan di dunia,” ujar Romli, Minggu, (5/7).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga membantah semua pernyataan Novel Bamukmin tersebut. Menurut dia, Novel adalah bagian dari Front Pembela Islam (FPI), sehingga tak tahu menahu ihwal NU.

“Itu fitnah, Novel itu FPI, bukan orang NU. Sebaiknya, Novel urus saja FPI yang imam besarnya diduga kabur dari kasus, Novel tidak tahu apa-apa tentang NU,” tegasnya.

(suaraislam)

Loading...