Astaghfirullah! MUI Lantang Soal Klepon, tapi Bungkam Terkait Ceramah Rasis Tengku Zul

Media sosial kembali ramai menghujat Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain karena menghina dan merendahkan orang jawa. Penghinaan tersebut diungkap Tengku Zul saat memberikan ceramah. Dalam video yang beredar di media sosial, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu membandingkan gaya orang Jawa dan Sumatera.

“Orang Sumatera itu bicara terang-terangan, datang nampak hidung, pulang nampak punggung. Kalau Jawa datang nampak hidung, pulang nampak hidung karena mundur dia pulangnya,” ucap Tengku Zul saat menyampaikan tausiah dalam acara Tabligh Akbar MAN 2 Model Medan.

Baca: Innalillah! Hina Suku Jawa, Tengku Zul Dihujat

Tengku Zul menuturkan dalam ceramah, ustadz dari Solo itu lain. Lalu dia mencontohkan cara berceramah atau berdakwah ustadz Solo dengan nada yang halus, pelan.

“Biarlah dia dengan gaya Solo-nya. Iya kan. Aku dengan gaya Medanku. Tak senang kau, kita selesaikan di luar,” katanya diikuti suara tertawa dari para jemaah yang hadir.

Selanjutnya, Tengku Zul berbicara mengenai prinsip orang Sumatera dengan menyebut “kerisnya di depan”.

Kemudian, “lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai”. Lalu, “Lebih baik mati berdiri daripada hidup berlutut”.

Perkataan Tengku Zul tersebut dikecam warganet karena telah rasis dan merendahkan orang jawa. Namun, perkataan rasis Wasekjen MUI tersebut tidak mendapat teguran dan perhatian dari MUI, dan berbeda saat media sosial tengah ramai membicarakan “Klepon Bukan Jajanan Islami”.

Baca: Astaghfirullah! Rendahkan Orang Jawa, Tengku Zul Dilaporkan ke Polisi

MUI dengan lantang bersuara dan meminta aparat untuk mengusut penebar meme tersebut.

Wakil Ketua Majelis Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh. menyampaikan aparat penegak hukum perlu mengusut tuntas pengunggah dan penyebar unggahan tersebut di media sosial.

“Karena secara nyata telah menyebabkan kegaduhan. Termasuk elemen masyarakat yang menjadikan berita bohong itu sebagai bahan olok-olok,” ujar Asrorun melalui siaran pers seperti dikutip dari Media Indonesia di Jakarta, pada Rabu (22/7).

Warganet menyayangkan sikap MUI yang tak lantang seperti masalah ‘Klepon”, MUI seakan cuek dan membiarkan penghinaan rasis yang dilakukan Tengku Zul kepada orang Jawa menguap begitu saja.

“Kemana nih Majelis Ulama Indonesia Kok gak ada suaranya? Soal Klepon lantang banget minta diusut, kok masalah ceramah Tengku Zul Bungkam ya”, tulis akun @ZulzulN

“Seharusnya MUI mengambil sikap tegas terhadap oknum ulama MUI yang selalu berbicara lepas kontrol,sering membuat gaduh,kenapa demikian ?,agar lembaga MUI tetap di hormati oleh segenap umat di Indonesia.pecat saja orang yang selalu bikin gaduh,tak cocok orang tersebut berada di MUI” tambah akun @MatJohar3

(Suara Islam)

Loading...