Astaghfirullah! Massa pro Sugi Nur Bawa Bendera HTI di Pengadilan Negeri

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menutup ruas Jalan Arjuno di depan Pengadilan Negeri berkaitan dengan vonis Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, Kamis, 17 Oktober 2019. Musababnya massa pro-Gus Nur dan Barisan Serbaguna (Banser) saling berhadapan.

Massa pro Gus Nur yang terdiri dari Front Pembela Islam dan Persaudaraan Alumni 212 membawa bendera putih dan hitam berkalimat tauhid. Mereka berkumpul di perempatan Jalan Arjuno – Anjasmoro, sebelah utara gedung pengadilan.

Adapun sekitar 100 massa Banser menggelar istighosah tepat di depan pengadilan. Karena tak bisa mendekati gedung pengadilan, massa pro-Gus Nur akhirnya hanya berorasi mengecam persidangan.

Penasihat hukum Gus Nur dari Lembaga Bantuan Hukum Pelita Umat, AKhozunudin meminta hakim menjatuhkan putusan sesuai rasa keadilan masyarakat. Sebab, kata dia, banyak ulama berseberangan yang diperlakukan tidak adil oleh rezim. “Harapan kami hakim memutus sesuai hati nurani,” katanya.

Anggota senior Banser, Rustam Effendy, mengatakan kedatangan anggota Ansor ke pengadilan untuk memberi dukungan pada hakim agar menghukum Gus Nur sesuai kesalahannya. Menurut dia Banser sebatas menggelar istighosah, tidak berniat bentrok dengan pendukung Gus Nur. “Banser dan FPI itu sesungguhnya kan kawan lama, tidak mungkin akan bentrok dengan skala massal,” katanya.

Ahmad Khozinudin, mengatakan kliennya tak melecehkan Nahdlatul Ulama. Ia berdalih ucapan Gus Nur di Youtube bahwa generasi muda NU penjilat, bukan sebuah pelanggaran hukum. “Gus Nur hanya mengkritik, sehingga tak layak diadili,” kata dia.

(kompas/suaraislam)