Viral! Simpatisan FPI Mengaku Pernah Belajar Bikin Bom untuk Diledakkan di Jakarta

Ilustrasi, Foto: Amir Baihaqi/detikcom)

Terduga teroris dengan identitas Andriawan alias Maliq mengaku dirinya sebagai simpatisan Front Pembela Islam (FPI) karena “menyukai” Rizieq Shihab dalam memberikan dakwah Islam.

Andriawan merupakan terduga teroris yang ditangkap di Jakarta dan Bekasi beberapa waktu yang lalu.

Dalam video yang beredar di kalangan awak media, Andriawan mengakui pernah belajar membuat bom aseton peroksida. Keahlian itu ia pelajari saat mengikuti kegiatan jamaah Yasin Walatif.

“Saya tergabung dalam grup Yasin Walatif, penembakan 6 laskar FPI dan penangkapan HRS FPI pada bulan Januari 2021,” kata Andriawan dalam video tersebut.

Menurutnya, pembuatan bom itu dipersiapkan menjelang demonstrasi yang akan terjadi di Jakarta.

“Saya mengetahui Habib Husein dan tim sudah membeli air keras yang akan digunakan pada saat ada demonstrasi,” tuturnya.

Andriawan mengaku dirinya diperintahkan oleh Zulaimi Agus dan Habib Husein untuk membeli 15 liter aseton atau setara dengan 3 jerigen untuk bahan pembuatan bom.

Ia juga diminta Agus untuk membeli remot sebagai pemicu bahan peledak.

“Saya pernah diajarkan tata cara membuat bom oleh Zulaimi Agus dirumah Habib Husein. Tapi hingga saat ini saya belum bisa membuat bom,” tegasnya.

“Saya ikut ke rumah Haji Popon untuk mengisi ilmu kebal agar tidak sakit untuk persiapan demonstrasi. Saya dijadikan bendahara untuk mengumpulkan infaq dan sodaqoh dari majelis Yasin Walatif,” sambungnya.

Dari uang infaq tersebut, dia mengaku membeli aseton atas perintah Habib Husein dan Zulaimi Agus.

“Demikian pernyataan yang saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan darimanapun,” tandasnya

(Suara Islam)

Loading...