Astaghfirullah! Anies Bersyukur Ada Penambahan Positif Covid-19 di DKI, Warganet: Harus Diperiksa ke Psikiater!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda melewati kawasan Bunderan HI, Jakarta, Selasa (16/6/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi, juga menggunakan masker dan face shield untuk beraktivitas di luar ruangan. SP/Joanito De Saojoao.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar banyaknya kasus positif Covid-19 yang ditemukan per hari di Jakarta harus disyukuri. Pasalnya, semakin banyak yang ditemukan positif Covid-19, maka semakin cepat diisolasi (dirawat atau karantina mandiri) untuk mencegah penularan lebih banyak lagi.

Hal tersebut diungkap Anies sekaligus menanggapi penambahan kasus Covid-19 yang terus melonjak di Jakarta dan bahkan hari ini kasus positif Covid-19 mencapai angka 584 orang.

“Jadi saya berharap kepada semuanya nanti ikut membantu menjelaskan bahwa angka positif yang ditemukan di Jakarta itu harus disyukuri. Kalau mereka tidak ketemu, maka mereka menularkan ke orang lain,” ujar Anies dalam acara sosialisasi secara virtual tentang pelaksanaan salat Iduladha dan ibadah kurban tahun 1441 H/ 2020 pada masa pandemi Covid-19, Rabu (29/7/2020) seperti dikutip dari beritasatu.com.

Menurut Anies, strategi yang dilakukan Provinsi DKI Jakarta adalah mencari dan menemukan orang yang terpapar Covid-19, lalu diisolasi sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena itu, kata Anies, Pemprov DKI terus melakukan peningkatan kapasitas testing dan sekarang sudah melewati standar yang ditetapkan WHO.

“Di Jakarta ini secara aturan, secara target, tes Covid-19 untuk satu Jakarta itu minimal dilakukan sebanyak 10.000 orang per minggu. Kami di Jakarta, satu pekan terakhir ini saja, 43.000 orang per minggu. Jadi minimalnya 10.000, tapi kami mengerjakannya 40.000 dan yang ditemukan positif ada 6,3 persen. Nah 6,3 persen inilah yang kalau tidak ketahuan itu mereka akan menularkan kepada lebih banyak lagi,” jelas Anies.

Anies menegaskan tujuan Pemprov DKI Jakarta bukan semata-mata untuk menurunkan angka positif Covid-19. Dia mengaku jika ingin menurunkan angka Covid-19, maka pihaknya bisa saja mengurangi testing.

“Kalau di Jakarta justru meningkatkan kegiatan testing untuk menyelamatkan nyawa. Saya berkali-kali menegaskan kami bukan ingin menurunkan angka Covid-19, kami ingin menurunkan penyebaran Covid-19. Kalau menurunkan angka Covid-19 itu caranya mengurangi testing, langsung berkurang angka Covid-nya, tapi warganya bisa tidak selamat,” pungkas dia.

Pernyataan Anies mendapat tanggapan dari politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean di akun twitternya. Ferdinand mengatakan Anies perlu dibawa ke psikiater.

“Perlu periksa ke psikister nih orang”, ujar @@FerdinandHaean3

Cuitan Ferdinand mendapat dukungan dari warganet. Bahkan, seorang warganet mengatakan bahwa Anies sebaiknya tidak dibawa ke psikiater, tapi RS Jiwa.

(Suara Islam)

Loading...