Astaghfirullah! Anak Kiai di Jombang Masuk DPO Kasus Pencabulan Santriwati dan Kekerasan Seksual

Sumber. celah.id

Polda Jatim menetapkan MSA alias Moch Subchi Azal Tsani warga asal Desa Losari Kecamatan Ploso, Jombang, sebagai buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pelecehan seksual.

Penetapan DPO (Daftar Pencarian Orang) ini dikeluarkan dalam surat dengan nomor DPO/ 3/ I/ RES.1.24/2022/Ditreskrimum yang ditandatangani oleh Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Hendra Eko Triyulianto tertanggal 13 Januari 2022.

Surat tersebut dikirim kepada seluruh Polres jajaran di Jawa Timur. “Benar, Polda Jatim telah menerbitkan surat dan MSA ditetapkan sebagai DPO,” kata Kapolres Jombang, AKBP Muh. Nurhidayat, Jumat (14/1/2022).

Penetapan DPO terhadap tersangka MSA ini berdasarkan atas adanya laporan polisi dengan nomor LPB/392/X/RES.1.24/2019/JATIM/RES.JBG tanggal 29 Oktober 2019, kemudian Surat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dengan nomor B-32/M.5.4/Eku.1/01/2022 tanggal 4 Januari 2022 tentang pemberitahuan hasil penyidikan perkara atas nama MSA telah lengkap atau P21.

Kemudian, surat perintah membawa tersangka dengan nomor SP.M/20.B/I/RES.1.24/2022/Ditreskrimum tanggal 11 Januari 2022.

Dalam surat itu juga disebutkan pria kelahiran 20 Juni 1980 ini telah melanggar pasal 285 KUHP atau pasal 294 KUHP ayat 2 ke-2.

Modusnya, sekitar bulan Mei tahun 2017 silam tersangka MSAT melakukan memaksa melakukan persetubuhan dengan wanita yang bukan istrinya. Korban tak lain merupakan santri atau murid dari tersangka sendiri.

Perbuatan itu diduga dilalukan tersangka di Gubuk Cokro Kembang di Pesantren Cinta Tanah Air Jati Diri Bangsa di Dusun Puri Desa Purisemanding Kecamatan Plandaan.

Beberapa korban merupakan santri dari tersangka yang merupakan guru didik di pesantren tersebut, berinisial diantaranya, MNK, IP, SN FP serta KB.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang melihat keberadaan tersangka agar menghubungi atau melapor kepada kepolisian terdekat.

(Suara Islam)

Loading...