Astaga! Toa Pengingat Banjir ala Anies Telan Dana 4 M, Anies Dinilai Tak Bisa Kerja dan Kehabisan Ide

Disaster Warning System (DWS) milik BPBD DKI Jakarta yang sudah terpasang di 14 titik lokasi rawan banjir. (Istimewa)

Gubernur DKI Anies mempunyai cara baru untuk memberikan peringatan banjir kepada warga DKI. Dia memerintahkan pihak kelurahan menggunakan toa berkeliling di kelurahannya untuk memberikan peringatan dini terjadinya banjir kepada masyarakat.

Meskipun Ide Anies ini banyak dikritik karena ketinggalan zaman di era modern ini. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menjalankan ide tersebut.

Dikutip dari jawapos.com BPBD DKI telah menambah alat peringatan dini bencana atau Disaster Warning System (DWS) 6 unit pada 2020 dan total di Jakarta saat ini ada 20 unit DWS, karena 14 unit lainnya sudah diadakan pada tahun anggaran 2019.

“DWS ini diletakan di sejumlah pemukiman yang memiliki kerawanan terhadap bencana terutama banjir. Alat ini dikendalikan langsung dari BPBD. DWS berbentuk tiang tinggi dengan 4 pengeras suara di pucuk teratas”, ujar Kapusdatin BPBD DKI Jakarta M Ridwan

Ridwan menambahkan pemeliharaan DWS, anggaran Rp 165 juta, pengadaan DWS 6 set (2020), dan anggaran Rp 4.073.901.441.

Pemasangan DWS tersebut mendapat komentar dari netizen @WagimanDeep, dia mempertanyakan keefektifan toa dalam memberikan warning soal datangnya banjir kepada warga DKI. @WagimanDeep menambahkan bahwa toa hanya solusi bagi pejabat yang tidak bisa kerja dan juga sudah kehabisan ide untuk menanggulangi banjir.

“Toa smacem ini efektif?.. Enih hanya solusi bagi pejabat yg kgak bisa kerja dan kehabisan ide. Kerna klo soal warning datengnya banjir tinggal telpon saja ke para marbot se DKI ntuk kasi tau warga, kga butuh dana sampe 4M.. #JKTBergerakTurunkan4nies”

cuitan @WagimanDeep mendapat banyak komentar dari netizen.

(suaraislam)

Loading...