Astaga! Dukung Reklamasi Anies, PKS: Itu Bukan Reklamasi, Tapi Revitalisasi

Gaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memantau penyegelan bangunan di Pulau Reklamasi, Teluk Jakarta, Kamis (7/6). Anies menyebut Pemprov DKI tak akan berhenti berupaya menyetop proyek reklamasi Teluk Jakarta. (Liputan6.com/HO/Deka Wira Saputra)

Izin reklamasi yang diterbitkan Anies untuk peluasan Ancol dan Dufan banyak menuai kecaman karena Anies dianggap mengingkari janji kampanye yang mengatakan akan tegas menolak dan menghentikan reklamasi di teluk Jakarta.

Meskipun menuai kritikan dan kecaman, Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta menilai perluasan daratan di kawasan Ancol Timur dan Barat yang mencapai 155 hektare bukan sebuah proyek reklamasi. PKS menilai kegiatan penimbunan lautan menjadi daratan buatan itu hanya upaya merevitalisasi kawasan wisata di kawasan Jakarta Utara itu.

Hal tersebut diungkapkan Politisi PKS Achmad Yani saat rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dengan agenda evaluasi kinerja tahun 2019 dan Rencana kerja tahun 2020 PT Pembangunan Jaya Ancol sekaligus membahas reklamasi Ancol di gedung DPRD DKI Jakarta Rabu (8/7/2020).

“Saya nggak menganggap ini reklamasi. Tapi lebih tepat dibilang ini revitalisasi,”kata Yani ketika mendapatkan kesempatan Bicara.

PKS berdalih bahwa upaya perluasan daratan, kata Yani, kelak kawasan Ancol menjadi ikon wisata kebanggaan Indonesia karena di atas lahan reklamasi itu dibangun simbol-simbol keagamaan seperti Masjid Apung dan Museum Nabi.

“Kalau ada Masjid apung, Museum Nabi, ini bukan hanya kebanggaan warga Jakarta bahkan Indonesia,”tegasnya.

Yani menambahkan dengan adanya simbol keagamaan yang berdiri di atas pulau Reklamasi ini kata Yani, suatu hari nanti wisata kawasan Ancol tersohor hingga ke luar negeri dan membetot perhatian turis asing.

“Bahkan nanti bisa dikenal keluar. Tamu-tamunya kita berharap dari luar negeri,”pungkasnya.

Lebih lanjut Yani mengatakan wisatawan lokal kata Yani tak perlu lagi berwisata religi ke luar negeri karena Jakarta bakal punya ikon yang tak kalah menarik. Percaya diri, Yani mengaku warga Jakarta bakal gembira menyambut program gagas Gubernur Anies Baswedan ini.

“Orang akan gembira jadi nggak perlu jauh lagi mesti pergi ke negara lain, cukup ke Ancol,”tukasnya

Adapun reklamasi Ancol ini menjadi polemik setelah Gubernur Anies Baswedan mengeluarkan izin lewat Keputusan Gubernur (Kepgub) 237 tahun 2020 untuk mereklamasi kawasan Ancol Timur dan Barat dengan luas mencapai 155 hektare.

Anies Baswedan dinilai telah ingkar janji sebab saat kampanye dirinya getol menolak reklamasi. Bahkan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai Kepgub itu cacat hukum.

Izin perluasan reklamasi tersebut tercantum dalam surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020. Kepgub tersebut berisikan izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dufan seluas lebih kurang 35 hektar (ha) dan kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol seluas lebih kurang 120 hektar.

“Memberikan Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN) seluas ± 35 dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha kepada PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk,” kata Anies dalam Kepgub pada Jumat (26/6/2020).

Keputusan tersebut mendapat kecaman dari sejumlah pihak karena Anies telah melanggar janji kampanyenya sendiri yang waktu itu teriak-teriak akan menghentikan dan memberikan perlawanan terhadap reklamasi di Ibu kota. Anies dinilai tidak konsisten dengan janji kampanye yang telah memuluskan jalannya menjadi orang nomor 1 di DKI.

(suaraislam)

Loading...