Astaga! Bawa Ratusan Surat Jaminan, Pengacara Ajukan Penangguhan Sugi Nur

Sugi Nur

Rabu, 28 Oktober, Kuasa hukum Sugi Nur membawa ratusan jaminan mengajukan penangguhan penahanan untuk kliennya.

Sugi Nur menjadi tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

“Dengan membawa ratusan surat jaminan dari para tokoh, alim ulama, ustaz, dan pihak keluarga, untuk menjamin bahwa agar Sugi Nur ditangguhkan penahanannya,” kata kuasa hukum Sugi Nur, Chandra Purna Irawan seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: Astaga! Tak Mau Ditahan, Sugi Nur Mau Urus Santri di Pesantren

Menurut pengacara, penangguhan diajukan karena penahanan Sugi Nur dikhawatirkan berdampak pada pondok pesantren miliknya. Sebab, Sugi Nur menanggung biaya operasional pondok pesantren yang memiliki ratusan santri itu.

“Kalau tidak (ditangguhkan), proses kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren itu dikhawatirkan terganggu,” tuturnya. Diberitakan, Sugi Nur ditangkap di kediamannya di Pakis, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (24/10/2020) dini hari.

Baca:

Dilansir dari Antara, Sugi Nur ditangkap karena diduga menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA dan penghinaan. Pernyataan Sugi Nur tersebut diunggah dalam sebuah akun Youtube pada 16 Oktober 2020. Kemudian, Ketua Pengurus NU Cabang Cirebon Azis Hakim melaporkan Sugi Nur ke Bareskrim Polri yang terdaftar dengan nomor laporan LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Selain itu, Aliansi Santri Jember juga melaporkan Sugi Nur ke Polres Jember, Senin (19/10/2020), dengan dugaan menghina NU dalam sebuah video wawancara dengan Refly Harun di YouTube.

“Kami melaporkan atas komentarnya di media sosial YouTube saat acara bersama Saudara Refly Harun,” kata Ketua Dewan Pembina GP Ansor Jember Ayub Junaidi.

Pernyataan yang dinilai menghina adalah saat Sugi Nur mengumpamakan NU sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, dan isi busnya yakni PKI, liberal, dan sekuler.

(Suara Islam)

Loading...