Antara Tawakkal dan Bodoh

Ilustrasi, Massa Copot Paksa Maklumat Cegah Corona di Masjid Raya Bandung. Foto: twitter

Di Malaysia, 190 kasus baru Corona muncul setelah orang2 menghadiri sebuah acara Tabligh Akbar. Di Korea Selatan, 46 jemaah positif Corona setelah menghadiri sebuah ibadah di Gereja Seongnam.

Itu artinya Corona tidak datang dan bertanya lebih dulu, “Agamamu apa?”

Karena ia tidak peduli agamamu apa, maka kini semua Masjid, Gereja, Pura, Vihara dan Kelenteng serta apapun yang jadi potensi tempat keramaian wajib disemprot desinfektan. Wajib tanpa tapi.

Corona bukan Kuntilanak yang terbakar ketika anda bacain ayat kursi. Dia juga tidak keder ketika anda bikin deklarasi massal “Lawan Corona”.

Jadi tidak usah sok iye berkata “Tenang, hidup mati di tangan Allah” atau “Tetaplah berjamaah, kita pasti dilindungi Allah berkat wudhu”. Helloo tong.. lu ga liat Ka’bah (Rumah Allah) di Mekkah saja disemprot desinfektan dan dikosongkan dulu demi menghidari wabah.

Baru belajar agama lewat browsing google, youtube, dan liqo’an sekali seminggu saja mau bermain-main dengan wabah dan mencelakakan orang.

Andai memang anda mau berlindung di balik wudhu, dari mana anda jamin fiqh wudhu anda sudah benar? Mandi junubmu sendiri sudah pasti benar fiqhnya? Thoharohmu sudah khatam? Bahkan kau saja tak pernah tahu sholatmu diterima atau tidak oleh Allah dan tak bisa menjamin pakaianmu bebas dari najis atau tidak.

Anggap lah anda memang sangat ahli sorga dengan sangat tawakal hanya pada Allah, dan dengan keyakinan itu anda (yakin) takkan tertular. Tapi dari mana anda bisa jamin anda takkan menulari orang lain? Mungkin anda memang punya sistem imun yang kuat sehingga tak mengalami gejala, tapi anda tetap sangat berpotensi menjadi ‘Carrier’ (pembawa virus) yang menulari orang lain.

Kalau anda tak menyayangi diri anda sendiri karena merasa sudah “kebal dengan wudhu”, setidaknya sayangi orang lain, istri dan anak-anak mereka. Bukankah manusia selain dirimu juga ciptaan Allah?

Jadi kalau sudah dibilangin MUI & Pemerintah stay at home ya diem di rumah. Ga usah sok tawakkal dengan nekad ngumpul-ngumpul. Tawakkal di saat wabah adalah diem di rumah, hindari keramaian, rajin cuci tangan pakai sabun, baru berwudhu untuk sholat dan berdoa pada Allah.

Ingat, air wudhu bukan minyak kebal yang bikin anda bisa bebas masuk kandang singa, nyebrang jalan tanpa noleh kanan kiri, atau bebas jalan di atas bara api.

Berwudhu lah untuk ibadah, bukan bermain-main dengan wabah.

Sumber: FB Ahmed Zain Oul Mottaqin

(suaraislam)

Loading...