Anies Terbitkan Izin Reklamasi Ancol dan Dufan, Warga Menjerit Tertipu Kata-kata Manis

Gubernur DKI, Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri)

Warga DKI harus menelan kekecewaan karena Gubernur DKI Anies Baswedan menerbitkan izin reklamasi Taman Impian Jaya Ancol dan Dufan. Isu Reklamasi ini pernah menghangat di masa kampanye ketika waktu itu mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sepakat dengan reklamasi karena bisa menghasilkan kontribusi yang berdampak positif kepada masyarakat .

Pada saat kampanye di Pilkada 2017, Anies secara tegas menolak reklamasi. Dalam sebuah video yang beredar, Anies mengatakan bahwa dirinya memilih posisi yang jelas dan tegas, diantara ketiga pasangan calon hanya dia yang mengambil posisi tegas dengan resiko yang besar dengan menolak reklamasi. Anies mengatakan bahwa dirinya akan mengikhtiarkan keadilan di Jakarta dengan menolak dan menghentikan reklamasi karena mementingkan masyarakat dan nelayan sekitar.

Bahkan, menurut Fahira Idris kemenangan Anies di Pilkada DKI sangat dibantu oleh janji kampanye Anies yang menolak reklamasi. Karena keputusan tersebut didukung oleh mayoritas warga DKI. Banyak kata-kata manis yang disuguhkan Anies waktu kampanye agar warga DKI percaya dan memberikan dukungan serta memilihnya di perhelatan Pilkada 2017.

Namun sayang, janji kampanye Anies yang telah membuat warga DKI terhipnotis dengan janji-janji manisnya harus menelan kekecewan dengan diterbitkannya izin reklamasi untuk Taman Impian Jaya Ancol dan Dufan.

Anies menerbitkan izin perluasan reklamasi untuk peluasan kawan Taman lmpian Jaya Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan) seluas 155 hektar.

Keputusan ini dinilai melanggar janji kampanyenya sendiri yang waktu itu teriak-teriak akan menghentikan dan memberikan perlawanan terhadap reklamasi di Ibu kota. Anies dinilai tidak konsisten dengan janji kampanye yang telah memuluskan jalannya menjadi orang nomor 1 di DKI.

Yang jelas, penertiban izin reklamasi ini akan melukai warga DKI, khususnya yang menjadi pemilih Anies waktu Pilkada karena mereka telah dibohongi janji-janji manis Gubernur DKI tersebut.

Meskipun menuai banyak kritik dari berbagai pihak, seperti biasa Anies akan tetap melenggang bebas dengan segala ‘pesona kontroversinya’ yang selalu mendapat dukungan dari para pendukung setianya.

Penerbitan izin perluasan Ancol ini merupakan bentuk inkonsistensi kebijakan reklamasi yang sebelumnya dihentikan. Sebelumnya, Anies sempat mencabut izin reklamasi dan menghentikan segala proyek di wilayah teluk Jakarta.

Pada 7 juni 2018 Anies menyegel ratusan bangunan yang telah berdiri di pulau D. Anies kembali dipuja oleh pendukungnya karena dianggap sudah membayar lunas janji kampanyenya. Masyarakat, khususnya nelayan bersenang hati dan bersorak ria atas penutupan tersebut.

Namun selang setahun, publik dikejutkan informasi bahwa izin mendirikan bangunan (IMB) untuk ratusan bangunan yang sempat disegel tersebut telah diterbitkan sejak November 2018, dan kini Anies menerbitkan izin reklamasi untuk perluasan kawasan Ancol dan Dufan.

Ternyata, Kampanye Anies untuk menghentikan reklamasi hanya janji manis untuk mengeruk suara warga, khususnya nelayan yang sudah bersenang hati, dan kini mereka harus kecewa dan menjerit karena ternyata mereka telah tertipu janji-janji manis si Gubernur DKI. (afm)

(suaraislam)

Loading...