Amin! PBNU Ajak Masyarakat Dukung dan Doakan Misi Perdamaian Jokowi

PBNU mengajak masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), agar memberikan dukungan dan doa kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) atas perjuangannya dalam membawa misi perdamaian dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rahmat Hidayat Pulungan. Menurutnya, ini adalah misi besar dan mulia yang harus didukung dan didoakan.

“Ini bukan misi biasa, tapi misi besar, misi mulia, yaitu perdamaian dunia. Harus kita doakan dan dukung, agar upaya ini berhasil,” kata Rahmat seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (29/6).

Seperti diketahui, saat ini Rusia-Ukraina berada dalam suasana perang. Ketegangan dua negara ini dianggap akan berdampak pada seluruh masyarakat dunia, semakin memperparah keterguncangan ekonomi dunia saat ini, terutama bagi negara berkembang.

Dilansir dari website resmi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Presiden Jokowi tiba di Ukraina sekitar pukul 08.50 waktu setempat, pada Rabu (29/6/2022). Presiden Jokowi dan Ibu Iriana tiba dengan menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) di Peron 1 Stasiun Central Kyiv, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 11 jam.

Presiden dan Ibu Iriana berada di Ukraina untuk melakukan sejumlah kegiatan seperti mengunjungi kompleks Apartemen Lipky di Kota Irpin, mengunjungi Pusat Ilmiah dan Bedah Endokrin, Transplantasi Organ dan Jaringan Endokrin Ukraian di Kota Kyiv.

Selain itu, Presiden Jokowi akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Presiden Jokowi dan Ibu Iriana beserta rombongan terbatas akan kembali ke Stasiun Central Kyiv pada sore harinya untuk kemudian bertolak menuju ke Stasiun Przemysl di Polandia dengan menggunakan KLB.

“Di meja bundar kecil ini, saya dan Presiden Zelenskyy berbincang di Istana Maryinsky, Kyiv. Perjalanan saya ke Ibu Kota Ukraina dan bertemu Presiden Zelenskyy semata-mata untuk membawa misi perdamaian,” tulis Presiden Jokowi.

(Suara Islam)

Loading...