Allahu Akbar Menurut Al-Ghazali

Kalimat “Allahu Akbar” kerap diucapkan oleh umat Islam, baik secara “lirih,” selirih bisikan angin dalam puisi-puisi Sapardi Djoko Damono, atau “keras” dan lantang, sehingga, boleh jadi, menimbulkan ketakutan. Bagi sebagian kalangan, teriakan “Allahu Akbar” bisa saja langsung mengingatkan mereka pada tindakan kekerasan atas nama agama.

Tetapi, apa sesungguhnya makna kalimat ini?

Dalam pengertian yang lazim, kalimat ini dimaknai: Allah Maha Besar. Ada juga yang memaknainya secara lebih harafiah: Allah Lebih Besar. Sebab, secara gramatik, kata “akbar” dalam bahasa Arab mengandung pengertiang “komparatif,” sama dengan kata “greater” dalam bahasa Inggris. Jadi, “Allahu Akbar” maknanya bukan “God is Great,” tetapi “God is Greater (than anything you think of about Him).”

Kedua pengertian ini tidak salah. Sama sekali tidak. Tetapi al-Ghazali, dalam kitabnya yang amat mengasyikkan untuk dibaca, “Mishkāt al-Anwār,” memberikan pengertian lain. Mari kita baca keterangan beliau.

Bagi al-Ghazali, Allahu Akbar maknanya adalah: Allah terlalu Besar untuk disebut Maha Besar atau Lebih Besar.

Pengertian al-Ghazali ini hanya bisa dipahami dalam konteks ontologi (ilmu tentang “kahanan”) yang ia kenalkan melalui Mishkāt. Baginya: segala wujud selain Tuhan adalah wujud yang “majazi/metaforis,” bukan wujud hakiki. Yang benar-benar Ada ya hanya Allah. Selain-Nya, ada dan maujud secara derivatif, persis seperti rembulan yang bercahaya secara derivatif, sebab cahayanya berasal dari sumber lain: matahari.

Allahu Akbar tidak bisa dimaknai “Allah Lebih Besar,” sebab jika demikian, kita mengakui adanya wujud yang hakiki selain Tuhan. Bedanya: wujud selain Tuhan itu kedudukannya lebih kecil. Makna ini disangkal oleh al-Ghazali: tak ada wujud di samping Tuhan. Wujud ya hanya wujudnya Tuhan. Jadi, mustahil mengatakan “Allah Lebih Besar.” Lebih besar dari apa, wong tak ada wujud lain?

Allahu Akbar berarti: Allah bahkan terlalu kecil untuk disebut “Akbar” dalam pengertian perbandingan (muqayasah). Sebab tak ada wujud lain yang layak dibandingkan dengan wujud Tuhan.

Keren pengertian Ghazalian ini!

Gus Ulil Abshar Abdalla

Sumber : https://www.facebook.com/762930532/posts/10165208391870533/

(Suara Islam)

Loading...