Alhamdulillah! Kiai Muda NU Bungkam Pengasong Khilafah yang Catut Kiai NU

Ilustrasi

Kiai muda NU, KH Ma’ruf Khozin meluruskan tudingan ustad pendukung khilfah Azizi Fathoni yang mengatakan bahwa salah satu kiai NU Kyai Farihin mendukung khilafah. Di akun FBnya, Azizi menuding Kyai Farihin sepakat dengan khilafah.

Berikut bantahan ustad Ma’ruf yang di posting di akun Facebooknya:

Saya tidak tahu kebenaran kutipan seorang ustadz dari ormas yang mengusung ide pendirian khilafah. Saya juga tidak tahu apakah jawaban Almarhum Kyai Farihin (baru wafat beberapa hari yang lalu) sebagai pribadi ataukah mengatasnamakan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Yang jelas sampai sekarang NU masih selalu mempertahankan NKRI dan Pancasila.

Secara pribadi saya mengenal beliau saat Bahtsul Masail di pondok saya dulu dilahirkan, PPRU 1 Ganjaran Gondanglegi Malang, sekitar tahun 2006 dan beliau saat itu menjadi Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang. Setelah 2008 saya direkrut menjadi anggota LBM PWNU Jatim, pertemuan saya dengan beliau makin sering, baik saat rapat di PWNU, saat di forum pembahasan bahkan sampai tempat menginap di beberapa pesantren.

Jika bicara soal hukum beliau sangat ketat menyeleksi kitab dan argumen, bahkan tak segan beliau sering berdebat dengan sesama Musahhih (silahkan baca di FB Gus Achmad Shampton Masduqie). Tapi di luar pembahasan hukum beliau juga sama seperti Kyai NU lainnya, sersan (serius tapi santai), bercanda, tertawa bersama dan enak diajak bicara apapun.

Pernah dalam sebuah acara Bahtsul Masail PWNU, saya lupa persisnya dimana (nanti saya cek di data LBM), saat itu kami berada dalam satu komisi Qanuniyah (perundang-undangan) dan saya jadi notulen. Selesai Bahtsul Masail beliau bersama para kyai hendak merumuskan hasil perdebatan para kyai tadi, beliau dawuh: “Kita menerima Pancasila, ya karena untuk kemaslahatan”. Artinya beliau berkenan hidup di negara ini sudah berlandaskan dalil dari kaidah fikih tentang Maslahat.

Jadi, Kyai Farihin tetap sama seperti para Kyai NU yang lain. Dan andaikan beliau tidak setuju dengan NKRI dan Pancasila, serta mengusung Khilafah, tentu beliau tidak akan berkenan berada dalam kepengurusan PWNU yang selama 2 periode ini beliau berada di jajaran Syuriah PWNU Jatim.

اللهم لا تحرمنا أجره ولا تفتنا بعده واغفر لنا وله

(suaraislam)

Loading...