Alhamdulillah! GP Ansor akan Polisikan Sugi Nur atas Pelecehan dan Penghinaan kepada NU

Ilustrasi, Sugi Nur (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

Video viral Sugi Nur yang diduga menghina kiai NU, yaitu Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil dan Ketum GP Ansor mendapat respon dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut). Dia berencana melaporkan Sugi Nur Raharja atau Sugik Nur dan Refly Harun atas pernyataannya terkait Nahdlatul Ulama (NU) di akun YouTube Refly.

Anggota DPR Fraksi PKB yang akrab disapa Gus Yaqut itu memandang pernyataan Sugik Nur terkait NU merupakan hal ngawur dan fitnah.

Baca: Innalillah! Sugi Nur Kembali Hina Kiai NU dan GP Ansor, Habib Muannas Beri Peringatan

“Saya tidak akan komentar soal pernyataannya. Saya hanya akan pastikan, Sugi akan menerima akibat hukum setimpal atas pernyataan ngawur dan fitnahnya. Refly Harun juga akan kita proses bersamaan melalui LBH GP Ansor,” kata Gus Yaqut seperti dikutip dari Suara.com, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut, Gus Yaqut mengatakan pelaporan akan dilakuakan dalam waktu dekat. Namun, ia belum menjelaskan detail ke mana pelaporan itu dilakukan, apakah Bareskrim Mabes Polri atau Polda Metro Jaya.

“Satu dua hari ini (melapor),” ujar Gus Yaqut.

Diketahui, Sugi Nur Raharja atau yang akrab disapa Gus Nur, melontarkan komentar pedas terkait organisasi yang membesarkannya, Nahdlatul Ulama (NU).

Baca: Astaghfirullah! Tak Kapok Hina Kiai NU dan GP Ansor, Sugi Nur: NU Itu Supir dan Kondekturnya Teler!

Ia mengibaratkan NU adalah bus yang memiliki ketidakberesan pada sopir, kernet, dan penumpangnya.

Dikutip Suara.com dari tayangan YouTube Refly Harun, Senin (19/20/2020), Sugik Nur menyebut bahwa NU telah mengalami perubahan 180 derajat pada era rezim Jokowi.

“Setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat berubah. Saya ibarat NU sekarang seperti bus umum sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya juga begitu, dan penumpangnya kurang ajar semua. Perokok juga, nyanyi juga, buka aurat juga, dangdutan juga. Jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu enggak ada sekarang ini,” kata Sugik Nur.

Iapun menyebut sejumlah nama politikus dan mengaitkannya dengan perumpamaan ‘bus NU’ tadi.

“Bisa jadi kernetnya Abu Janda, bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut, dan sopirnya Kiai Aqil Siraj. Mungkin begitu. Nah, penumpangnya liberal, sekuler, PKI, macam-macam,” sebut Sugik Nur.

Oleh karena perbedaan situasi dalam NU yang ia kenal tersebut, Sugik Nur mengaku dirinya kemudian turun dari ‘bus’.

Ia juga mengaku marah kepada rezim saat ini yang telah melecehkan para kiai NU di panggung politik.

“Saya marah ada kesucian kiai NU ini dilecehkan oleh rezim ini,” tegas dia.

Lantaran begitu gencar mengkritik NU, Sugik Nur mengaku kerap terperosok. Ia bahkan sempat dijatuhi vonis 1,5 tahun karena dituduh melecehkan NU.

(Suara Islam)

Loading...