Alhamdulillah! Ditangkap Polisi, Pecatan TNI Ruslan Buton Dijerat Pasal Berlapis

Ruslon Buton, Mantan pecatan TNI Ruslan dijerat pasal berlapis. Dia ditangkap membuat narasi provokatif dengan surat terbuka yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur jika tidak mundur akan ada kerusuhan dan gelombang revolusi secara massal. Kepada kepolisian Ruslan mengakui suara dalam rekaman surat terbuka itu merupakan suaranya.

“Dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar adalah milik tersangka yang dibuat pada 18 Mei 2020 menggunakan handphone tersangka,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers seperti dikutip dari akun YouTube Tribrata TV, Jumat (29/5/2020).

Kombes Ahmad menambahkan, Ruslan mengakui ikut mendistribusikan rekaman itu ke media sosial.

“Dan mendistribusikan rekaman tersebut ke dalam grup WA Serdadu Eks Trimatra. Pendalaman tentang peran RB akan dilanjutkan oleh penyidik Bareskrim Polri setelah RB tiba di Jakarta,” ujarnya.

Polisi saat ini masih mendalami peran lain Ruslan, dia dijerat pasal berlapis. Selain pasal tentang keonaran, dia dijerat UU ITE.

“Tersangka RB dapat dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun dan/atau Pasal 207 KUHP. Dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun,” ucap Ahmad.

Seperti diketahui, Ruslan Buton dijemput dari kediamannya oleh aparat kepolisian dari tim Mabes Polri bersama Polda Sultra di Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Buton, Sulawesi. pecatan TNI Ruslan ini ditangkap setelah membuat gaduh dengan surat terbuka yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur.

Menurut penjelasan Kapolda Sultra Irjen Merdisyam Ruslan sudah diterbangkan ke Jakarta.

“Tadi pagi sudah berangkat, diterbangkan ke Jakarta,” kata Irjen Merdisyam, Jumat (29/5/2020) kepada wartawan

(suaraislam)

Loading...