Alhamdulillah! Bertemu Nadiem, PBNU Tegaskan Ikut POP Kemdikbud 2021

PBNU menegaskan akan mengikuti program organisasi penggerak (POP). Hal tersebut disampaikan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat menerima kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di kantor Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU).

“NU menegaskan jika tetap ikut serta di dalam program organisasi penggerak yang akan dilaksanakan Januari 2021 yang akan datang,” kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakpus, Rabu (12/8/2020) seperti dikutip dari detik.com

Gus Yahya mengungkapkan pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi antara Kemendikbud dan PBNU. Dia menegaskan NU akan terus terlibat dan bekerja sama dengan Kemendikbud dalam bidang pendidikan.

“Dan Rais Am menegaskan kembali, arahan beliau bahwa Nahdatul Ulama harus terus bekerja sama erat dengan Kemendikbud, karena ini masalah yang sangat strategis, menyangkut masa depan anak kita, menyangkut masa depan bangsa, NU harus terus terlibat dan tidak boleh menarik diri dari keterlibatan di dalam dunia pendidikan ini,” tegas gus Yahya.

“Telah bersilaturahmi, mohon dukungan dan doa restu dan membicarakan menerangkan banyak hal kepada Rais Aam tentang gagasan-gagasan inovasi pendidikan yang sedang beliau kerjakan,” imbuhnya

Dalam kunjungannya, Nadiem mengucapkan terima kasih atas keputusan PBNU yang tetap ikut POP. Nadiem juga mengapresiasi PBNU yang memutuskan untuk tetap memberikan dukungan di POP.

“Saya ingin mengucapkan sekali lagi, terimakasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar PBNU dan Rais Aam yang telah memberikan dukungannya dan telah memutuskan untuk kembali berpartisipasi di dalam program POP mulai Januari 2021,” kata Nadiem.

Mendikbud mengatakan akan terus melakukan penyempurnaan dalam POP sehingga reformasi pendidikan nasional dapat meningkatkan kualitas bangsa Indonesia.

“Kami akan terus belajar, kami akan terus menyempurnakan programnya, dan dengan dukungan organisasi masyarakat seperti PBNU. Kami harap program POP dan juga seluruh reformasi pendidikan nasional Indonesia bisa lebih sukses dan lebih menyeluruh, dan lebih berkualitas,” tuturnya.

Selain itu, Nadiem juga mengatakan banyak membahas persoalan pendidikan di PBNU. Dia pun mengaku mendapat banyak masukkan terkait POP dan inovasi pendidikan ke depannya.

“Kami membahas juga dengan berbagai macam petinggi PBNU, dan alhamdulillah kami berdiskusi menyelaraskan pendidikan di Indonesia seperti apa, kami banyak belajar dari perbincangan itu. Dan mendapatkan banyak sekali ide-ide mengenai bagaimana kita bisa menyempurnakan, bukan hanya POP tapi berbagai inisiatif kita ke depannya,” ucap Nadiem.

(Suara Islam)

Loading...