Alhamdulillah! Basmi Ormas Radikal, Polri Turunkan Tim Khusus Usut Dalang Pengeroyokan di Solo

Aksi Penyerangan Ormas Radikal ke kediaman Alm. Habib Segaf Al-Jufri

Polda Jateng dengan didukung Mabes Polri mengusut tuntas aksi intoleransi dan kasus penyerangan kepada keluarga Alm. Habib Segaf Al-Jufri saat acara hajatan jelang pernikahan (Midodareni) di kawasan Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020).

Menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, pihaknya telah menurunkan tim untuk memburu otak di balik penyerangan hajatan di Solo.

Baca: Alhamdulillah! Polisi Bekuk Pelaku Pengeroyokan di Rumah Habib Umar Assegaf Di Solo

“Kita akan terus mengejar siapa di belakang (penyerangan hajatan di Solo) ini. Siapa di belakang ini akan kita kejar. Mabes Polri mendukung kita dengan menurunkan tim, kita juga dari Polda Jateng menurunkan tim. Polri tidak boleh kalah dengan preman,” tegasnya di Mapolda Jateng, Semarang, Selasa (11/8/2020) Seperti dikutip dari editor.id/.

Iskandar menambahkan bahwa aparat kepolisian sudah mengantongi nama-nama para pelaku penyerangan. “Nama-nama sudah dikantongi, yang jelas yang melakukan penyerangan itu dilakukan lebih dari 10 orang. Yang kemarin sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pasti dalam waktu dekat akan kita tangkap semua,” tegasnya.

Baca: Innalillahi! Beredar Video Penyerangan Laskar Radikal kepada Keluarga Alm. Habib Segaf Al-Jufri di Solo

Lebih lanjut, Iskandar menegaskan, kepolisian telah mengultimatum kepada para pelaku penyerangan dalam waktu 1×24 jam untuk segera menyerahkan diri.

“Kita dari Polda Jateng sudah menghimbau dalam waktu 1×24 jam segera menyerahkan diri baik-baik dengan Polda Jateng. Ini yang kita harapkan,” tandasnya.

Sisi lain, Polda Jateng mengimbau kepada masyarakat khususnya di Solo untuk tetap tenang. Masyarakat diharapkan melaporkan setiap kegiatan apapun yang dilaksanakan.

“Jangan sampai kepolisian tidak tahu ada kegiatan di sana. Masyarakat agar tetap tenang dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Tidak boleh ada yang main hakim sendiri, semua serahkan kepada kepolisian,” kata Iskandar.

(Suara Islam)

Loading...